Prompt #73: Sebuah Kenangan

Pelangi itu kini pudar bersama dengan serpihan hati yang bingar. Sejurus hidup terasa hambar.

Puisi itu selalu terngiang di telinga kala kulihat pelangi membentang di angkasa. Ingatanku akan melayang ke peristiwa tiga tahun yang lalu, sebuah peristiwa yang sangat menyakitkan hatiku. “Maaf, kita putus saja,” kata seseorang yang aku cintai. “Putus? Kenapa? Kenapa tiba-tiba?” tanyaku. “Tidak ada yang perlu dijelaskan. Pokoknya kita putus!” katanya. Setelah itu ia meninggalkanku sendiri di bawah naungan pelangi yang membentang sehabis hujan. Hujan di langit berganti hujan di mata.

Pelangi… Haruskah kubenci dia? Padahal, dulu aku suka pelangi. Warnanya yang meriah mempercantik alam semesta. Ia indah. Ia tadinya menghangatkan hati kala kulihat dia. Tapi tidak untuk saat ini. Kenangan yang menyakitkan itu selalu muncul bersamaan dengan munculnya sang bianglala. Dan ia akan meninggalkan rasa sesak sesaat setelah ia pudar.

“Masih teringat akan kenangan itu?” tanya sahabatku yang tiba-tiba saja muncul dari belakangku.

Aku tak menjawab pertanyaannya. Kualihkan pandanganku dari pelangi ke sekelompok anak yang mulai memadati taman setelah hujan berhenti.

“Katamu kau sudah move on. Tapi, kenapa matamu selalu berair saat pelangi datang?” tanyanya lagi.

Aku buru-buru mengeluarkan sapu tanganku lalu mengusap mataku. “Ah, aku hanya teringat saja. Aku sudah move on, kok!” elakku.

“Memang seharusnya begitu, Mia. Sudah tiga tahun berlalu.”

“Aku tahu,” kataku sambil menatap langit. Pelangi sudah mulai pudar.

“Jadi, katakan padaku kenapa kau menyuruhku datang ke taman ini, Joe?” tanyaku.

“Ehm. Untuk membuatmu melupakan kenangan pahit itu,” jawabnya.

“Oh, ya? Terima kasih atas usahamu,” ujarku.

“Ya, karena itulah aku menyuruhmu segera ke sini begitu tahu hujan berhenti. Supaya kau melihat pelangi itu lagi…”

“Apa maksudmu? Kau sengaja menyuruhku melihat pelangi? Kau, kan, tahu kalau aku melihat pelangi maka ….,” aku tak meneruskan kata-kataku. Aku marah. Kesal.

“Maaf… Bukan maksudku agar kau mengingat kembali peristiwa itu. Aku hanya ingin kau melupakan peristiwa itu, Mia.”

“Ya. Dan, kau gagal!” kataku ketus. Rasanya aku ingin menangis lagi. Bagaimana mungkin sahabatku berbuat seperti ini kepadaku. Teganya dia mengingatkanku pada hal yang menyakitkan. Aku membalikkan badanku dan berjalan menjauhinya.

“Mia, tunggu!” panggilnya. Aku mempercepat langkahku.

“Mia!” panggilnya lagi. Ia menarik lenganku. Aku berhenti. Kini air mata sudah membasahi pipiku.

“Maaf. Aku tak bermaksud membuatmu sedih. Tolong jangan menangis,” pintanya sambil menghapus air mataku dengan jari-jarinya.

“Aku hanya ingin menggantikan kenangan pahit itu dengan kenangan manis,” katanya. Aku menatap matanya. “Sudah tiga tahun berlalu, Mia. Kupikir, sudah cukup bagimu menyiksa diri seperti ini.”

“Aku tak mengerti,” kataku.

“Ijinkan aku mengganti kenangan pahit itu dengan kenangan yang indah. Ijinkan aku mengisi relung hatimu yang kaubilang hampa itu,” katanya. “Ijinkan aku menjadi pelangi yang membuat hari-harimu menjadi indah.”

Aku tertegun, mencoba menyerap semua kata-kata yang diucapkan oleh Joe. Aku meneliti sampai ke dasar matanya yang teduh. Ia balas menatapku. Lama.

“Apakah aku bisa…. Apakah pelangi itu akan kembali menjadi indah?” tanyaku ragu.

“Pasti!” katanya mantap.

Ia tersenyum. Aku membalas senyumnya. Lalu kulihat berkas-berkas cahaya pelangi yang tersisa di balik awan. Indah. Sungguh indah.

* * *

483 kata. Cerita berdasarkan puisi karya All Sarifudin. Link puisi klik ini. Sumber gambar klik di sini.

Setelah sebelumnya selalu bikin cerita yang endingnya tragis, kali ini pengen bikin yang kisahnya berakhir manis. πŸ˜€

Yang mau ikutan bikin fiksi, yuk join MondayFlashFiction. Fiksi di atas adalah tantangan Prompt #73: Pelangi.

Advertisements

2 thoughts on “Prompt #73: Sebuah Kenangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s