Sekilas tentang Menulis (Diary)

Hai hai semua! Saya cuma mau sharing aja tentang menulis. Ceritanya awal bulan November ini saya baca timeline Twitter saya tentang NanoWrimo. NanoWrimo itu singkatan dari National Novel Writing Month. Silakan cari di Google arti lengkapnya. Intinya sih ini adalah event menulis novel selama satu bulan, yaitu di bulan November. Awalnya saya antusias banget pengen ikut NanoWrimo ini. Tapi setelah dipikir-pikir, memangnya saya mau nulis tentang apa? Selama satu bulan harus menulis total 50 ribu kata. Bisa nggak? Karena nggak tahu mau menulis tentang apa, akhirnya saya mundur teratur.

Dari NanoWrimo saya dapat ide untuk membuat event sendiri. Hanya untuk diri sendiri, sih. Sanggup nggak saya nulis setiap hari. Nggak usah ngoyo mau mencapai 50 ribu kata. Cukup bisa atau nggak nulis setiap hari. Lalu saya bikin event untuk diri saya dan event itu saya beri nama ODOS, One Day One Story. Artinya satu hari satu cerita. Karena nggak jelas juga mau cerita apa setiap hari, akhirnya saya putuskan untuk menulis diary saja.

Di awal bulan, saya masih bingung nulis diary itu seharusnya seperti apa. Saya tuliskan saja kegiatan saya dalam sehari itu apa. Trus lama-kelamaan saya jadi curhat ke diary: saya mengalami apa saja hari itu, saya tulis semua kejadian yang nggak menyenangkan. Yang menyenangkan juga tulis, sih. Tapi semakin ke akhir bulan, semakin banyak nulis tentang yang nggak menyenangkan. Jadinya malah mengeluh terus.

Dari ODOS ini akhirnya saya menarik kesimpulan seperti ini:
1. Menulis diary itu sebenarnya bagus. Kita bisa menumpahkan semua kekesalan dan sesudah itu perasaan jadi lega. Tapi, kalau tiap hari yang ditulis adalah keluhan-keluhan, lama-lama kita jadi pribadi pengeluh. Itu nggak baik karena kita jadi lupa bersyukur. Seharusnya kita juga menuliskan tentang hal-hal baik juga supaya seimbang: bukan cuma mengeluh tapi juga bersyukur.

2. Saya jadi sadar bahwa menulis itu sama seperti hidup: harus punya tujuan. Hidup kan perlu tujuan yang jelas. Kalau nggak bisa menentukan tujuan jangka panjang, setidaknya buat tujuan jangka pendek dulu. Misalnya tujuan untuk satu hari itu apa. Apakah mau berbuat baik pada 10 orang? Atau mau mengerjakan sesuatu? Atau, cukup jalani hari sebaik mungkin? Ya itu terserah. Menulis pun juga begitu. Pantas saja kalau ada event menulis pasti ada temanya. Tema itu membuat peserta tahu apa yang harus ditulis. Nggak asal saja bikin tulisan. Seperti saya di ODOS, karena nggak punya tujuan mau nulis apa akhirnya malah jadi ngelantur nulis keluhan-keluhan yang nggak jelas.

3. Menuliskan keluhan-keluhan tuh nggak masalah asalkan langsung dibuang ketika kesal datang. Kalau dipendam, malah bikin sesak. Menurut saya, setiap merasa kesal, tuliskan di kertas lalu buang. Atau kalau tidak mau tulis di kertas, bikin akun di media sosial khusus untuk ‘tong sampah’. Bagusnya jangan berteman dengan siapapun di akun itu karena kasihan nanti teman-teman yang baca keluhan-keluhan itu. Membaca keluhan teman di media sosial juga nggak bagus, lho buat kita. Kita bisa jadi ikut-ikutan mengeluh juga nantinya. Saya tidak sarankan memendam dulu keluhan dari pagi hari sampai malam lalu baru dituliskan ketika mau tidur. Karena biasanya kesal itu cuma bertahan sesaat. Kalau kita sudah lupa lalu pas malam dituliskan di diary, maka kita akan ingat lagi kekesalan itu. Kita jadi sesak karena perasaan kesal itu dimunculkan lagi.

Oke, itu saja yang mau saya sampaikan mengenai menulis diary. Semoga berguna untuk teman-teman yang membaca.

Advertisements

2 thoughts on “Sekilas tentang Menulis (Diary)

  1. diary penuh keluhan itu sakit dan pahit. gak enak bacanya. cuma waktu nulisnya aja yang mau-maunya nulis. setelah itu males baca diary negatif. bagusan yang positif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s