Prompt #72: Sang Penari

“Kau menari seperti orang gila!”

Gadis bertubuh ringkih itu tak menghiraukan kata-kata yang barusan ditujukan untuknya. Ia malah bertambah semangat meliuk-liukkan tubuhnya yang lentur, berputar mengelilingi ruangan, ke sana-ke mari, mempertontonkan tarian baletnya yang bisa dibilang tak jelas.

“Hentikan! Aku pusing melihatnya!”

Gadis itu menghentikan tariannya. Ia tersenyum. Kemudian ia menari lagi.

“Kumohon hentikan! Aku ke sini bukan untuk melihatmu menari seperti orang gila. Aku datang karena ingin melihat tarian yang kau ciptakan untuk kompetisi minggu depan!”

Gadis berambut pendek sebahu itu akhirnya berhenti menari. Keringat bercucuran di dahinya. “Tapi, itulah tarianku.”

“Apa? Apa kau sudah gila? Tarian tak jelas seperti itu akan kau bawakan dalam kompetisi nanti?”

“Iya, begitulah. Tarian itu judulnya ….”

“Tarian aneh seperti itu?? Sungguh seperti orang gila! Aku yakin kau akan langsung tereliminasi!”

“Jangan memotong pembicaraan orang!”

“Aku tak ingin dengar! Tak perlu kau beritahu, aku tebak tarian itu pasti berjudul Crazy! Gila!”

“Kau….”

“Sekarang giliranku memperlihatkan tarian ciptaanku. The Princess.”

Musik dinyalakan. Terdengar alunan merdu sebuah musik klasik dari album Richard Clayderman, A Comme Amour. Sendu, namun elegan. Gadis berambut pirang berpotongan segi empat menyaksikan kawannya meliuk-liuk senada irama lagu. Sungguh anggun. Tanpa sadar, ia menggigit bibirnya. Kedua tangannya dikepalkan di sisi tubuhnya.

Beberapa saat kemudian tarian selesai. Gadis berambut hitam panjang mengambil CD dari pemutar. Lalu ia mengemasi barangnya.

“Kenapa diam? Tarianku bagus?”

“….”

“Ya, aku tahu tarianku sangat anggun. Tidak seperti tarian gilamu!”

“…”

Si rambut hitam melangkah melewati temannya. “Lihat saja, kau akan kalah,” bisiknya di telinga si pirang sebelum ia melangkah pergi.

* * *

Aku akan terus menari dan menari
Seakan tak seorangpun melihatku
Aku akan terus berputar dan berputar
Bagaikan waktu yang tak pernah berhenti
Aku akan berayun ke sana-ke mari
Lupakan semua resah di hati
Rayakan semua yang kudapat hari ini
Layaknya besok ku akan mati
Terus menari dan menari
Tak peduli menang ataupun kalah
Kuhanya ingin menari
Menari sampai nanti
Sampai napasku terhenti

Gadis berambut pirang itu terus berputar, meliuk-liuk di atas panggung. Semua yang menyaksikannya bagai tersihir oleh tariannya. Aneh, simpel, namun menghipnotis. Beda. Lain dari yang lain. Dan ketika ia usai, semua berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah.

“Luar biasa penampilan Tarian Chandelier tadi! Mari beri tepuk tangan sekali lagi!” teriak MC.

Kemudian MC mendekati gadis yang masih duduk membungkuk di lantai panggung. “Nona, pertunjukannya sudah usai. Berikutnya adalah giliran peserta lain.”

Hening.

Sesaat kemudian terdengar teriakan histeris MC disusul oleh beberapa kru panggung. “Ia meninggal! Ia meninggal! Penari Chandelier itu meninggal!”

Aku akan terus menari
Berputar dan berayun
Bagaikan berayun dari sebuah chandelier
Berkeliling ke sana dan ke mari

Bagaikan sebuah chandelier
Menari dan terus menari
Sampai akhir nanti

* * *

Fiksi ini diikutkan dalam MondaFlashFiction Prompt #72: Chandelier. Info klik di sini.

Advertisements

29 thoughts on “Prompt #72: Sang Penari

  1. Aku jadi inget sama Black Swan. Btw, sepertinya ada yang belum lengkap. Tapi apa ya…
    Mungkin karena belum jelas apakah si rambut pirang dan hitam ini satu orang atau benar2 ada dua orang yg berbeda.

  2. Gadis bertubuh ringkih
    Gadis bertubuh pendek sebahu
    Gadis berambut pirang berpotongan segi empat
    Gadis berambut hitam
    Gadis berambut pirang

    menurut saya sih mbak, lebih bagus lagi kalo diganti dengan Si Rambut Pirang atau seperti Si Rambut hitam seperti awal kalimat sebelum jeda diatas, terus beri gambaran karakternya dalam satu atau dua kalimat atau mungkin paragraf. IMO sih.. soalnya ide ceritanya udah bagus πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s