Semua Punya Hak untuk Berkata Tidak

Jika ada yang minta bantuan pada kita, kita punya hak untuk menolak dan berkata ‘Tidak’. Begitu juga jika kita meminta pertolongan pada orang lain, mereka juga punya hak untuk menolak dan berkata tidak.

Saya heran kadang ada orang yang suka memaksa supaya dibantu dan ada juga yang memaksakan diri supaya bisa membantu. Tidak ada salahnya, sih, membantu orang yang memang membutuhkan. Tapi, lihat juga kondisi kita. Kadang, terlalu baik juga tidak baik bagi diri sendiri.

Contohnya, A baru kenal dengan B beberapa bulan. Suatu hari B pinjam uang dengan A dengan alasan mau bawa ayahnya ke dokter. Karena kasihan, A meminjamkan 50% gajinya pada B. Padahal, A sendiri bukanlah orang yang mampu. Gajinya pas-pasan, kadang malah kurang untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Ternyata B membohongi A, uang yang dipinjam itu digunakannya untuk membeli handphone baru. Ketika A menagih uangnya, si B malah menyalahkan A karena A mau-maunya meminjamkan uang padanya. Uang A tidak dikembalikan, dan ia pun malah harus berhutang pada tetangganya untuk membeli sayur karena ia tak punya uang lagi.

Contoh lainnya: C dan D berteman sudah lama. C adalah tipe orang yang tidak bisa menolak permintaan orang lain. Suatu ketika, D meminta bantuan pada C agar menjadi pantia di acara ulang tahun. Waktu diminta bantuan, C sedang banyak tugas lain yang harus dikerjakan – tugas kuliah dan ujian sangat banyak. Tapi karena tak bisa menolak, si C menyanggupi permintaan D. Jadilah ia membantu dalam acara ulang tahun. Setelah acara selesai, ia kecapekan. Tugas dan ujiannya pun terbengkalai.

Dari contoh di atas, bisa dilihat bahwa tidak selamanya memberikan bantuan itu baik. Okelah kalau ikhlas mengerjakannya. Tapi kalau merugikan diri sendiri? Masa masih mau? Sebaiknya menolonglah pada tempatnya. Menolonglah kalau memang perlu dan bisa ditolong. Mau menolong orang harus lihat situasi dan kondisinya juga. Kalau nggak bisa memberikan bantuan, tidak apa-apa jika menolaknya. Tidak ada undang-undang pidana untuk seseorang yang menolak memberi pertolongan, kok. Jadi, sah-sah saja kalau menolak memberikan bantuan.

Lalu, bagaimana jika ada teman yang menolak menolong kita? Ya tidak perlu memaksa mereka supaya membantu. Mereka juga punya hak untuk menolak memberi pertolongan. Jangan memaksa dan jangan marah-marah. Kalau mau minta bantuan pada orang lain, gunakan kata ‘tolong’ dan pergunakanlah bahasa yang halus. Memintalah secara baik-baik. Kalau memang orang tersebut tidak bisa membantu, ya jangan kecewa. Mungkin orang itu sedang sibuk, sedang tidak ada uang, atau lagi ada masalah lainnya sehingga tidak bisa membantu. Kadang, memang ada suatu hal yang harus kita kerjakan sendiri tanpa bantuan orang lain. Tapi, kalau memang benar-benar butuh bantuan seseorang, ya tunggu sampai mendapat bala-bantuan, dong. Satu orang tidak bisa, tanya sama orang lain.

So, pandai-pandai dan bijaksanalah dalam memberikan bantuan dan baik-baiklah kalau mau meminta bantuan.

Advertisements

2 thoughts on “Semua Punya Hak untuk Berkata Tidak

  1. kalau minta tolong ditolak, pasti ada rasa kesel seh. tapi diri sendiri pun bisa saja menolak permintaan orang.
    dan emang, harus pandai-pandai mengukur diri. ibaratnya jangan jadi lilin, menerangi ruangan tapi diri terbakar habis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s