Prompt #64 : Sang Guru

Cerita tentang seorang guru sakti yang tinggal di gua di kaki bukit sudah lama kudengar. Beliau benar-benar ada atau hanya sebuah mitos, tak ada yang tahu. Karena, tak ada yang pernah bertemu langsung dengannya. Tapi, demi rakyatku aku berdiri di sini sekarang – di depan gua tempat Sang Guru itu tinggal untuk mengajukan sebuah permohonan; permohonan yang akan menentukan nasib rakyatku.

Aku berlutut di depan lubang gua. “Guru, orang-orang itu telah merusak tempat tinggal kami. Mereka membunuh rakyat yang tak bersalah. Tak ada yang dapat kami lakukan. Mereka terlalu kuat. Hanya Gurulah yang dapat mengusir mereka. Mohon bantu kami.”

Sebuah erangan yang luar biasa kuat tiba-tiba terdengar dari dalam gua. Erangan itu menimbulkan angin kencang yang menggoyangkan pohon-pohon di sekitar gua. Apakah Sang Guru marah padaku? Atau, apakah ia akan mengabulkan permohonanku? Yang pasti, aku segera berlari meninggalkan tempat itu.

* * *

“Bos, beberapa penebang kita terluka parah. Ada yang bilang itu adalah ulah penunggu hutan ini. Apa kita masih mau melanjutkan menebang pohon?”

“Penunggu? Itu hanya cerita bualan saja! Aku akan pergi mencarinya sendiri! Tak seorang pun boleh menghalangi jalanku!”

Pria yang dipanggil bos itu lalu berjalan meninggalkan anak buahnya dan masuk ke tengah hutan. Di tengah perjalanan, ia melihat setumpuk kayu. Potongan-potongan kayu itu tak tampak seperti sisa penebangan pohon. Ia membungkukkan badannya untuk memeriksa kayu-kayu itu. Saat itu, tiba-tiba angin kencang bertiup. Potongan-potongan kayu itu melayang ke atas diikuti dengan terbangnya daun-daun kering dan membentuk sebuah pusaran yang makin lama makin besar. Pria itu berteriak ketakutan. Ia mencoba berlari. Namun, pusaran itu menariknya. Seketika, ia lenyap ditelan oleh pusaran itu.

Beberapa pasang mata melihat kejadian itu. Mereka… ada yang berkaki empat, berkaki dua, berkaki lebih dari empat, bahkan ada yang tak berkaki. Semuanya bernapas lega. “Sang Guru telah membantu kita,” kata salah satunya.

 

* * *

295 kata. Fiksi ini diikutkan dalam MondayFlashFiction. Info klik di sini. Sumber gambar klik ini.

Advertisements

10 thoughts on “Prompt #64 : Sang Guru

  1. bagus mbakk… aku suka sama twistnya 🙂
    mereka itu binatang-binatang yah?
    btw ada beberapa hal yang aku koreksi. .
    karena dan tapi adalah penghubung antara kalimat jadi yang karena itu ga usah pake titik lanjut aja. kata tapi setelah titik sebaiknya menggunakan kata namun..

    sekian dan terima duit *eh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s