Review Novel Cermin: Hujan Kata-kata Indah

Review #NovelCermin

novel cermin

Judul Buku: Cermin

Pengarang: Anggrek Lestari

Penerbit: Grasindo

Tahun Terbit: 2014

Jumlah Halaman: 122 + vi

Tokoh Cerita:  Kiara (tokoh utama), Rio, Rendra, Indra, Gilang, Viola, Ivan, Reni

 

Sinopsis versi saya:

Suatu ketika, Kiara melihat pacarnya, Ivan, berjalan bergandengan tangan dengan perempuan lain bernama Reni. Kiara sangat sakit hati, apalagi scarf pemberiannya dibuang begitu saja dan digantikan dengan scarf milik Reni. Setelah memergoki pacarnya yang sedang berselingkuh, Kiara minta putus. Di lain pihak, sahabat Kiara, Rio juga sedang sakit hati karena cintanya ditolak. Viola, perempuan yang disukai Rio ternyata menyukai laki-laki lain.

Nasib yang sama kemudian membuat Kiara dan Rio menjadi dekat hingga akhirnya jadian. Beberapa hal membuat mereka dekat. Contohnya, mereka sama-sama suka membaca. Namun, kebahagiaan Rio dan Kiara tidak berlangsung lama. Viola kembali hadir dalam hidup Rio. Hal itu membuat Rio menjadi gamang dan menggoyahkan hubungannya dengan Kiara.

Di saat-saat sulitnya, Kiara dikenalkan oleh abangnya, Indra, dengan temannya yang bernama Rendra. Rendra mempunyai hobi di bidang fotografi. Ia juga menyukai puisi, sama halnya dengan Kiara. Diam-diam, Rendra menyukai Kiara. Ia sering memotret Kiara tanpa disadari oleh Kiara.

Akankah Rio dan Kiara berbaikan? Ataukan mereka akan menyudahi hubungan mereka? Akankah Kiara memilih Rendra? Bagaimana kelanjutan kisah Kiara? Pokoknya, baca aja bukunya. Ceritanya seru abissss!!

 

Kesimpulan dari saya mengenai novel Cermin:

Baca novel ini, saya belajar bahasa Medan. Misalnya kereta yang artinya sepeda motor. Lalu ada istilah: Bah!, kali, pun, dan kalimat-kalimat lainnya. Baca novel yang menggunakan bahasa Medan ini bikin saya jadi ingat teman-teman saya yang berasal dari Medan. Seru banget pokoknya!

Selain belajar bahasa Medan, dari novel ini saya jadi banyak tahu puisi-puisi kerennya Chairil Anwar. Jga, kita akan dihujani kalimat-kalimat manis dan apik. Nggak percaya? Baca aja, deh, novelnya! Banyak banget kalimat-kalimat putis dalam novel ini. Lalu, ada juga pesan-pesan moral yang sangat bagus. Berikut ini saya berikan contoh kalimat-kalimat bagus dan penggalan puisi Chairil Anwar yang saya suka.

Berhati-hatilah kau. Setiap saat bisa saja kau terjebak dalam kebohongan itu. Tiba-tiba saja kau merasa menemukan cinta, namun pada akhirnya kau akan seperti aku. Kau akan merasakan itu hanya cinta imitasi. Sebuah FATAMORGANA. ~Kiara (halaman 23)

Kalau dihitung menggunakan perhitungan matematika, jumlah keempat sayap capung itu mampu membuat capung terbang lebih tinggi dari yang saat ini dilakukan capung, tapi capung tetap terbang rendah, tak ingin jauh-jauh dari tanah. Itulah filosofi capung. Mengajarkanku untuk selalu rendah hati meskipun nanti sudah menjadi orang yang hebat. Intinya, janganlah sombong. ~ Rio (halaman 29)

Kini senja telah kita lewat, marilah kita bergegas menyeberang ke waktu malam. Janganlah kita lupa masih ada malam yang juga menghangatkan kita meski gelap selalu menghantui kita. Senja mengantarkan kita menuju waktu lain, dunia lain yang harus kita jalani. ~Kiara (halaman 31)

 

‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu

Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedang itu

 Dan aku akan lebih tidak peduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

(kutipan dari puisi Aku karya Chairil Anwar)

 

Cinta itu hadir karena dijalani, bukan hadir karena pandangan pertama saja. Cinta itu adalah proses, bukan hasil. Setiap proses akan mengalami perubahan. Di situlah hati kita diuji apa kita bisa bertahan pada perubahan itu, atau justru kita menjalani proses yang lain untuk mendapatkan hasil yang lain. ~Gilang (halaman 63)

Siapa yang menyangkal bahwa menjadi pusat perhatian bukan kebahagiaan? Banyak orang yang ingin menjadi pusat perhatian. Ya, itulah suatu kebanggaan yang tak bisa dijelaskan secara nyata. ~Kiara (halaman 80)

Gugur bukan berarti sedih. Bagi angsana, gugur adalah kebahagiaan. Bahagia guguran bunganya menjadi berarti. Setidaknya bagi angin yang menghirup harum bunganya. ~Rendra (halaman 80)

Menggugurkan sesuatu untuk orang lain adalah awal kebahagiaan jika didasari dengan ketulusan. Seperti pohon angsana yang tulus menggugurkan bunganya untuk dinikmati manusia. Bagi manusia, menikmati guguran bunga angsana merupakan kebahagiaan yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata, karena memang banyak hal di dunia ini yang tak dapat dijelaskan. Hanya bisa dirasakan. ~Rendra (halaman 81)

Terkadang, kita harus rela terluka untuk membahagiakan orang lain.~Rendra (halaman 81)

 

Kalau kau mau kuterima kau kembali

Untukku sendiri tapi

Sedang dengan cermin aku enggan berbagi

(kutipan dari puisi Penerimaan karya Chairil Anwar)

 

Cinta itu sama seperti sebuah pohon. Menanam benihnya butuh kesiapsediaan media penanamnya. Butuh jarak penanaman kembali agar benih itu tumbuh dengan sempurna. Bila media penanamnya belum siap, sia-sialah benih yang ditanam. Akan tumbuh menjadi cinta dan pohon yang kekurangan nutrisi. ~Kiara (halaman 103)

 

Nah, itu dia kutipan-kutipan keren yang ada di buku ini. Masih banyak yang lainnya, lho. Intinya, buku ini mengajarkan banyak hal. Buat yang belum baca, buruan beli dan baca bukunya. Nggak bakal rugi dan nggak bakal nyesel, deh! Apalagi buat kamu pecinta puisi dan kata-kata mutiara, bisa termimpi-mimpi sehabis baca buku ini! *Tentunya mimpi dihujani kata-kata keren, ya. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s