[Parenting] Anak Belajar dari Mencontoh

Anak-anak belajar dari mencontoh. Kalau yang dicontoh adalah orang-orang yang berperilaku baik, maka si anak akan menjadi anak baik. Sebaliknya, jika yang dicontoh adalah orang-orang berperilaku tidak baik (misalnya suka marah-marah  atau kasar) maka si anak akan menjadi anak yang tidak baik.

Karena itu, sebagai orangtua, kita harus benar-benar menjaga sikap kita di hadapan anak. Orangtua juga perlu mengawasi orang-orang di sekitar anak, seperti pengasuh, kakek, nenek, om, tante, kerabat lainnya, tetangga, teman-teman main si anak, bahkan tontonan televisi.

Sebagai contoh: anak yang suka nonton film yang ada tindak kekerasannya seperti Power Ranger, maka si anak akan mencontoh Power Ranger itu. Kalau yang dicontoh adalah perilaku baiknya sih nggak masalah. Tapi, kebanyakan anak yang menonton film jenis ini malah mencontoh silat-silatnya tokoh dalam film tersebut. Anak akan bertarung dengan teman-temannya yang mengakibatkan ia akan memukul atau menyakiti temannya. Kalau orangtua tidak menjelaskan pada anaknya bahwa silat-silatan itu tidak baik, maka anak akan menjadi anak nakal yang suka berkelahi.

Jadi, sebagai orangtua, bersikaplah yang baik. Berilah contoh sikap dan perilaku yang baik pada anak. Awasi gerak-gerik anak dan orang-orang di sekitarnya. Berikan pengertian terhadap segala sesuatu yang ditontonnya. Kalau perlu, hindari menyediakan tontonan film yang ada tindakan kekerasannya pada anak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s