Belajar Jadi Bos di Smurfs Village

Sekitar satu minggu ini saya mencoba main game Smurf Village. Game ini ada ponsel android. Saya bisa main game ini karena ada beberapa teman yang main. Sebelumnya saya pernah main game seperti ini, namanya ada kata Smurf juga, di Facebook. Tapi tidak saya lanjutkan karena memakan kuota internet.

Awalnya, sih, saya nggak pernah terpikir bahwa game ini mengajarkan kita untuk jadi bos. Ya, saya, sih, hanya sekadar main untuk mengisi waktu luang, plus menghilangkan stress. Nah, kemarin itu ceritanya saya menanam tomat di game tersebut. Waktu dari menanam sampai bisa dipanen adalah 8 jam. Sekitar lima jam dari waktu menanam, saya iseng-iseng membuka game tersebut untuk melihat-lihat saja. Pas saya buka, nggak tahunya para smurf yang bertugas menanam lagi buru-buru jalan ke lahan penanaman. Saya perhatikan terus apa yang dilakukan para smurf itu. Mereka menyiram lahan dan mengolah lahan. Dari sinilah saya menyimpulkan game ini mengajarkan pemainnya untuk menjadi bos. Singkatnya akan saya uraikan sebagai berikut:

1. Yang namanya karyawan itu, kalau bos lagi nggak ada di kantor, mereka pasti kerjanya santai. Tapi, kalau ada bos di kantor, semua karyawan pasti jadi rajin. Yang nggak ada kerjaan pun akan ‘mencari-cari’ pekerjaan biar kelihatan sibuk. Sama seperti di game ini. Ketika pemain keluar dari game, para smurf yang bertugas menanam akan santai-santai. Tapi, ketika pemainnya masuk ke game, ketahuan, deh, mereka lagi santai. Lalu, mereka langsung mengerjakan menanam tanaman yang tadinya diminta oleh si pemain.

2. Jadi bos harus bisa mengatur waktu dan mengatur karyawannya, yaitu membagi tugas yang harus dikerjakan. Di game ini saya belajar mengatur waktu untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Misalnya, dikasih target untuk menanam stroberi sebanyak 30 kali panen dan di saat yang sama harus mengirim 3 smurf ke hutan untuk memata-matai markas musuh. Nah, di sini pemain harus mengatur waktu untuk menanam stroberi pada lahan yang terbatas  agar mencapai target 30 kali panen dan harus mengirim smurfnya menjadi mata-mata.

3. Jadi bos harus bisa mengatur keuangan perusahaannya. Dan, supaya perusahaan bisa dapat uang, maka bos harus bisa mengatur karyawannya agar bisa giat bekerja. Di game ini pemain juga harus pandai-pandai mengatur keuangannya. Kalau sudah memanen tanaman, maka pemain akan mendapat uang. Uang tersebut akan digunakan untuk membeli gedung ataupun barang-barang lain untuk kebutuhan di desa smurf. Nah, kalau mau dapat uang dari hasil panen, pemain harus mengatur para smurf agar bekerja menanam tanaman. Pemain harus bisa memilih tanaman yang menghasilkan uang banyak dan bisa dipanen dalam waktu singkat.

Sejauh ini, itu yang saya dapat dari game ini. Mungkin jika level saya sudah tinggi, akan ada pembelajaran lain yang bisa saya dapatkan. Menurut saya, main game ini seru, dengan tingkat keseruannya 90%.

Semoga bermanfaat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s