Etika Menjenguk Orang Sakit

Tidak hanya bertamu ke rumah orang, ke sekolah, atau di meja makan saja yang ada etika atau tata kramanya. Mengunjungi orang sakit atau membesuk pasien pun ada etika atau tata kramanya. Berikut ini adalah pengalaman yang ingin saya bagikan tentang tata krama atau etika mengunjungi orang sakit.

1. Jangan Mengatakan Hal-hal Negatif
Contohnya mengatakan hal seperti ini pada si sakit: “Wah, kamu kok tambah kurus!”, “Aduh, kamu pucat sekali!”, “Ya, ampun… Lihat kamu sekarang, berubah banget dari yang dulu. Lesu sekali!”, “Kamu kasihan sekali sampai seperti ini…”, “Kamu nampak nggak segar…”, atau kata-kata lainnya yang sejenis.

Yang namanya orang sakit, ya jelas mereka tampak lesu, kuyu, nggak segar, kurus, pucat, dan nggak bersemangat. Kalau orang tersebut tidak menampakkan ciri-ciri tersebut, ya, nggak sakit namanya! Please, deh, orang sakit, tuh, sudah menderita. Kalau ditambah dengan mendengarkan kata-kata seperti di atas, pasti mereka akan tambah menderita. Bukannya sembuh, malah tambah sakit!

Sebaiknya, kalau menjenguk orang sakit berikanlah kata-kata yang menyemangati, seperti: “Ayo banyak makan biar cepat sehat!”, “Istirahat yang cukup ya, nggak usah banyak pikiran. Kamu pasti sembuh!”, “Ayo semangat! Kalau sehat, kan, bisa pergi jalan-jalan!”, atau kata-kata bagus dan bujukan-bujukan lainnya yang bisa memberi semangat pada si sakit.

2. Jangan Menceritakan Tentang Hal-hal Menyedihkan atau Tentang Penderitaan Kita
Misalnya kita bercerita tentang sanak keluarga kita yang juga sakit. Atau, kita menceritakan betapa susahnya hidup kita. Atau, mengatakan tentang si ini sakit, si itu sakit. Si A sakitnya parah nggak sembuh-sembuh. Si B kecelakaan. Si C baru meninggal. Si D kena musibah ini-itu. Apalagi kalau menceritakan tentang orang yang nggak sembuh-sembuh dari penyakit yang sama dengan sakit yang diderita oleh pasien yang kita kunjungi. Waduh, si sakit yang kita kunjungi bisa tambah stress!

Nah, seperti yang sudah saya sebutkan di atas, orang yang sakit perlu diberi semangat. Jika saat menjenguk orang sakit kita malah bercerita tentang hal-hal yang menyedihkan, si sakit malah jadi sedih. Dia yang tadinya sudah mau sehat, begitu mendengar cerita sedih bisa-bisa batal sembuh.

Sebaiknya, saat mengunjungi orang sakit, berceritalah tentang hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan hal-hal berbau ‘penderitaan’. Boleh juga menceritakan tentang hal-hal yang lucu agar si sakit terhibur. Jika dia senang, sakitnya pun akan cepat hilang.

3. Jangan Ngerumpi Sendiri
Ada kalanya saat mengunjungi orang sakit kita datang beramai-ramai dengan pasukan kita. Bisa jadi kita datang dengan jumlah satu kompi sehingga saat tiba di tempat si sakit, kita nggak tahu harus melakukan apa. Akhirnya, kita malah ngerumpi atau ngobrol sendiri dengan teman-teman kita dan melupakan si sakit walaupun kita sudah berada di tempatnya. Suara-suara obrolan kita itu bisa mengganggu si sakit, lho! Coba saja kalau kita lagi sakit dan ingin istirahat, lalu kita mendengar suara yang berisik dan bising. Pasti kita akan terganggu, kan.

Sebaiknya, ingat tujuan awal kita mengunjungi si sakit, yaitu untuk melihat keadaan si sakit, memberinya semangat, dan mendoakannya agar cepat sembuh. Jika tidak tahu harus mengatakan apa, lebih baik diam. Biar teman yang lain yang mengajak bicara si sakit.

4. Perhatikan Jam Besuk
Ketika kita sedang tidak sakit, jam siang antara jam 2 sampai jam 4 adalah waktu di mana kita biasanya mengantuk. Lalu, jam malam sesudah jam 9 juga adalah waktu di mana kita biasanya sudah mengantuk. Nah, sama saja dengan si sakit. Di waktu tersebut mereka pun pasti akan mengantuk. Lalu, kadangkala kita hanya punya waktu keluar dari kantor pada saat jam makan siang, yaitu jam 12 sampai jam 1. Jadi, kita pergi mengunjungi orang sakit pada jam tersebut. Ingat, orang sakit juga butuh makan. Mereka pun punya jam makan yang sama seperti kita. Kalau kita mengunjungi si sakit pada jam makan siang, tentunya hal itu akan mengganggunya.

Sebaiknya, jika ingin mengunjungi orang sakit, berkunjunglah di luar jam tersebut. Sore hari antara jam 5 sampai jam 8 malam dan pagi hari antara jam 9 sampai jam 12 siang adalah waktu yang paling tepat. Terlalu pagi atau terlalu malam pun tidak baik, karena akan mengganggu waktu istirahat si sakit.

5. Bingkisan atau Oleh-oleh untuk Si Sakit
Jika kita mengunjungi orang yang sakit, biasanya kita merasa tidak enak jika tidak membawakan ‘sesuatu’ untuknya. Karena itu, biasanya orang sering membawakan ‘sesuatu’ untuk diberikan pada si sakit.

Sebaiknya jika ingin membawakan sesuatu, bawakan barang yang netral. Misalnya bawakan saja buah-buahan, roti, kue atau biskuit. Jangan membawakan sesuatu yang bisa membahayakan si sakit, misalnya makanan yang dipantang oleh si sakit. Perhatikan juga jumlahnya. Jangan mentang-mentang dia lagi sakit, maka kita bawakan satu karung pisang. Yang makan siapa? Kasihan juga keluarga si sakit jika kita membawakan terlalu banyak barang. Mubazir saja nantinya.

6. Mendoakan Si Sakit
Ada beberapa orang yang jika mengunjungi orang sakit, ia ingin mendoakan si sakit. Boleh saja jika ingin mendoakan si sakit. Tapi, sebaiknya tanyakan dulu pada si sakit atau keluarganya apakah kita boleh membacakan doa di tempat itu. Tidak semua orang bisa menerima doa dari orang yang mengunjunginya. Apalagi jika agama yang dianut berbeda. Selain itu, jika kita membacakan doa, tidak perlu sampai berteriak sekencang-kencangnya agar orang sekampung mendengarnya. Cukup dengan suara pelan tapi tetap terdengar oleh si sakit. Suara yang keras atau yang tidak jelas bisa mengganggu si sakit. Doa yang benar dapat menentramkan jiwa si sakit dan dapat memberinya semangat agar bisa cepat sembuh.

7. Jangan Sok Tahu Tentang Obat
Saat mengetahui penyakit yang diderita oleh si sakit, kadangkala kita ingin berbagi pengetahuan kita tentang obat-obat yang dapat menyembuhkan sakit itu. Boleh saja menyarankan untuk minum atau makan obat tertentu. Tapi, jangan memaksa si sakit untuk mengonsumsi obat yang kita sarankan. Juga, jangan sok tahu tentang obat-obatan jika pengetahuan kita hanya sebatas tahu, tidak ada bukti, hanya mendengar saja, atau pernah coba-coba dan kebetulan sembuh.

Karena, orang yang sedang sakit tentu ingin cepat sembuh. Begitu pun keluarganya, mereka pasti ingin si sakit cepat sembuh. Jadi, jika ada yang menyarankan makan obat ini-itu, kadangkala mereka tidak berpikir panjang lagi dan langsung menyetujui untuk memberikan obat tersebut pada si sakit. Padahal, obat yang disarankan tersebut belum tentu cocok untuk si sakit.

Ingatlah bahwa tubuh manusia itu berbeda. Obat yang cocok dengan orang yang satu belum tentu cocok untuk orang yang lain. Selain itu, si sakit, tuh, bukan kelinci percobaan yang bisa seenaknya kita berikan obat ini-itu supaya bisa cepat sembuh. Sebaiknya tanyakan pada dokter yang ahli untuk masalah obat-obatan. Salah memberikan obat bisa berakibat fatal! Nggak mau, kan, kalau si sakit nantinya malah semakin parah sakitnya karena kita paksa makan obat yang kita sarankan.

Oke, sekian tips dari saya tentang etika mengunjungi orang sakit. Semoga bermanfaat.

Jika ada yang ingin menambahkan, boleh dimonggo…. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s