Pengalaman Pertama Begitu Berharga

Yang namanya pengalaman pertama itu memang benar-benar berharga. Yang pertama-pertama inilah yang selalu mengajarkan sesuatu.

Beberapa waktu yang lalu, seorang teman berkata, “Eh, kamu mau nggak jadi pembicara tentang menulis cerpen. Nanti aku kasih nomor telepon kamu ke orang yang mau minta kamu jadi pembicara, ya.”

“Lho? Kenapa saya? Kenapa nggak kamu saja. Kamu kan pintar menulis,” kata saya.

“Ah, aku bisanya nulis tentang parenting tips. Kalau kamu kan biasa nulis cerpen,” jawab teman saya.

Jujur awalnya saya sempat tidak pe-de untuk menjadi pembicara. Pertama, karena saya tidak pernah menjadi pembicara dalam seminar. Kedua, materi yang akan saya sampaikan adalah tentang menulis cerpen. Saya pikir, ‘Memangnya siapa, sih, loe? Bisa-bisanya ngomong tentang menulis cerpen? Memangnya kamu hebat?’

* * *

Alhasil, hari ini duduklah saya di ruang seminar, pagi-pagi sekali ditemani tas berisi laptop dan botol minuman. Seharusnya saya dapat jadwal berbicara pukul 11 siang. Tapi, seorang teman yang juga diminta jadi pembicara pada pukul 8 pagi mengajak saya ikut datang bersamanya di pagi hari.

Masuk ke ruangan seminar, ternyata isinya rata-rata bapak-bapak dan ibu-ibu. Hanya ada beberapa yang muda-mudi. Ini tak sesuai dengan bayangan saya. Saya pikir, saya akan menghadapi audience yang terdiri dari, katakanlah paling tua mahasiswa S1 semester terakhir. Nyatanya, sungguh kebalikannya. Perasaan gugup, grogi, galau bercampur jadi satu membentuk gado-gado.

Jam 8 lebih sedikit, seminarnya teman saya dimulai. Saya langsung terkesima dengan slide yang dibuat beliau. Apalagi setelah mendengarkan paparan yang disampaikannya. Benar-benar membuat saya berdecak kagum. Slide yang dibuatnya bergambar, tampilannya apik dan menarik. Cara beliau membawakan materi pun sungguh menarik, seru, dan menginspirasi.

Saya mengingat slide yang saya buat, sungguh-sungguh sangat sederhana. Ini pertama kalinya saya menggunakan Power Point untuk memaparkan materi. Saya tak tahu caranya membuat slide yang bagus, yang ada gambar-gambarnya dan yang tulisannya bisa berjalan. Rasanya saya mau pulang saja dan mengulang membuat slide saya.

Kemudian, saya mengingat materi yang akan saya sampaikan, yaitu tentang teknik menulis cerpen. Saya menulis apa yang ingin saya tulis. Begitu ide muncul, biasanya langsung saya tulis. Tidak ada teori khusus yang saya pelajari, kecuali membaca teori dari teman-teman di Kompasiana. Saya sempat berpikir, seharusnya saya mengajak teman-teman Kompasiana saja ke seminar ini. Mereka lebih banyak pengalaman daripada saya.

Ketika tiba waktunya saya maju memaparkan materi, apa yang ingin saya sampaikan seolah-olah terbang terbawa angin dan hanyut dalam arus air-alias saya lupa kata-kata penting yang harus disampaikan. Padahal, saya bela-belain bergadang semalaman menghapalkan apa saja yang ingin disampaikan. Saya pun membuat kopelan kecil untuk dibaca di saat-saat genting dalam seminar. Tapi, kopelan itu hanya diletakkan di atas meja. Rasanya gengsi kalau mau mencontek.

Dua jam saya mengisi materi, 1 jam untuk memaparkan penjelasan dan 1 jam lagi untuk simulasi (praktek). Boleh dibilang, materi yang saya sampaikan cukup bisa dimengerti (mungkin). Persentase bagus dan tidaknya fifty-fiftylah. Itu menurut saya. Nggak tahu bagaimana pendapat pesertanya. Karena, begitu waktu saya habis, saya langsung pulang.

Ya, inilah pengalaman pertama saya sebagai pembicara, pengalaman pertama menggunakan slide, dan pengalaman pertama menyampaikan materi tentang menulis cerpen. Kejadian hari ini banyak sekali mengajarkan saya; bagaimana membuat slide yang bagus, cara bicara (public speaking), berinteraksi dengan audience, dan membuat saya ingin menulis dan menulis lagi. Bagaimana rasanya pengalaman pertama? Rasanya rasa gado-gado luar biasa. Lalu, saya sempat terpikir seperti ini: ‘jika sudah pernah maju sekali, masihkah kamu malu-malu lagi?’ Saya jawab sendiri, ‘nggak malu-malu lagi tapi malah malu-maluin.’

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s