Sing Waras Ngalah

Ada sebuah kalimat bijak yang saya baca dari page di FB, bunyinya begini:

Accept what you can’t change, Change what you can’t accept.

(Terima apa yang tidak bisa kamu ubah, Ubah apa yang tidak bisa kamu terima)

Apa yang ingin saya bahas kali ini adalah tentang penerimaan.

Ada sebuah cerita yang saya dapat dari teman. Ceritanya adalah tentang seorang pegawai, sebut saja si A, yang ingin naik pangkat. Untuk merebut posisi yang diincar, dia punya saingan, si B. Segala hal dilakukan oleh mereka, mulai dari harus keluar uang banyak, pergi ke sana-ke mari, harus menemui si ini dan si itu, dan lain-lain. Lalu, pada saat yang ditentukan, terpilihlah si B untuk naik pangkat. Si A yang tidak terpilih merasa kecewa. Ia sakit hati. Karena tidak bisa menerima kekalahannya, akhirnya si A jatuh sakit. Semakin hari sakitnya semakin parah karena pikirannya terus tertuju pada kekalahannya. Si A pun terkena stroke, lalu meninggal.

Dalam hidup ini, banyak sekali kasus seperti si A. Kasus kekalahan dalam hidup bukan cuma kasus naik pangkat saja, tapi ada juga kasus anak muda patah hati karena ditolak cintanya, kasus diputusin, ujian tidak lulus, kalah dalam perlombaan, dimarah bos, orangtua tidak setuju dengan pilihan kita, dan sebagainya.

Ini ada nasihat dari ibu saya: “Apapun yang terjadi dalam hidup, menang-kalah, kaya-miskin, diterima-ditolak, dipuji-dicela, harus bisa diterima. Kalau kita bisa terima segala hal yang terjadi, otomatis hidup kita akan damai.”

Dan sesuai dengan kalimat bijak yang di awal saya sebutkan, ‘terima apa yang tidak bisa kamu ubah’. Kalau kalah dan kekalahan itu tidak bisa diubah, ya terima saja. Lalu untuk kalimat, ‘ubah apa yang tidak bisa kamu terima’, apa yang diubah? Ya cara pandang kita. Sudah tahu kekalahan itu tidak bisa diubah, ya yang harus diubah adalah cara pandang kita. Kita bisa berpikir positif seperti ini: ‘Mungkin aku kurang berusaha makanya kalah. Lain kali harus bekerja lebih keras. Aku harus belajar dari kekalahan dan memperbaiki diri.’ Atau kita berpikir seperti ini: ‘Kali ini bukan rejeki saya untuk menang. Nggak menang di sini, pasti ada hal lain yang lebih baik untuk saya.’ Atau, mungkin bisa juga bilang begini pada diri sendiri: ‘Sing waras ngalah!’ yang artinya ‘yang waras mengalah.’ Kalau maksa mau menang terus, kan nggak waras namanya. 😀

Saya memposting ini, bukan berarti saya adalah orang hebat yang selalu bisa terima segalanya. Kadangkala, saya juga tidak bisa terima sesuatu, apalagi hal yang buruk. Dengan postingan ini, saya berharap saya bisa belajar dari cerita yang saya dengar itu. Nggak mau dong jatuh sakit cuma gara-gara nggak bisa terima keadaan. 🙂

Akhir kata, teori memang mudah diucapkan dan prakteknya itu sulit. Namun, kita harus tetap belajar. Belajar dari pengalaman orang lain dan dari kehidupan sendiri. Dan, belajar menerima.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s