Sukses Butuh Perjuangan

Seorang pegawai administrasi terlihat sibuk dengan laporan-laporan kerja. Ya, hari ini adalah awal bulan, waktunya untuk meminta tanda tangan wakil bos di kantor regional dan menyerahkan laporan tersebut ke kantor pusat. Untuk efisiensi waktu dan ongkos, target awal bulan ini adalah laporan harus sampai ke kantor pusat tanpa ada halangan.

Mengapa si pegawai ini membuat target seperti itu? Karena pada bulan-bulan sebelumnya ia harus bolak-balik antara kantornya, kantor regional dan kantor pusat sampai 2 atau 3 kali. Halangan yang biasa terjadi adalah wakil bos di kantor regional sedang bertugas di luar kota atau karena beliau sedang sibuk. Jika ia harus bolak-balik, maka waktunya akan terbuang percuma dan ongkos pun bertambah. Karena itulah ia menargetkan laporan bulan ini harus segera sampai ke kantor pusat tanpa harus bolak-balik sampai beberapa kali.

Setelah laporannya siap, si pegawai berangkat menuju kantor regional. Perjalanan menuju kantor regional aman dan lancar. Tiba di sana, wakil bos ada di tempat dan tidak sedang sibuk. Target kecil pertama selesai, sukses.

Selanjutnya, ia menuju ke kantor pusat. Dalam perjalanan, si pegawai ini terjebak macet. Padahal jarak dari daerah macet itu sudah cukup dekat dengan kantor pusat. Akhirnya, ia memutuskan untuk mengambil jalan pintas yang tidak terkena macet, tapi cukup jauh jaraknya ke kantor pusat.

Akhirnya, tepat pukul 12 siang, si pegawai ini sampai juga di kantor pusat. Ia bergegas masuk ke ruang administrasi tempat ia harus mengumpulkan laporan. Di pintu masuk ruangan, ia mendapati tulisan “Pukul 12 siang: Istirahat”. ‘Wah, alamat nggak baik, nih!’ pikirnya. Dan benar saja, saat ia masuk ke dalam ruangan itu, tak ada seorang pun di sana.

Dengan langkah gontai, si pegawai ini keluar dari kantor itu. ‘Ah, target tak tercapai!’ katanya dalam hati. Ia pun menuju ke tempat parkir. Di sana ada beberapa orang sedang duduk-duduk santai. Lalu, terlintas dalam kepala si pegawai ini, ‘Rasanya sia-sia saja datang ke mari jika laporan ini tak bisa diserahkan. Barangkali bapak-bapak yang sedang mengobrol ini bisa menerima laporan ini.’

“Permisi, Pak,” kata si pegawai pada seorang bapak. “Pak, saya mau tanya, di ruangan yang di ujung sana tidak ada orangnya. Apakah Bapak tahu kapan mereka kembali ke kantor? Saya ke mari mau menyerahkan laporan,” lanjut si pegawai.

“Kamu mau menyerahkan laporan? Serahkan saja sama saya. Kebetulan saya adalah salah satu karyawan di ruang itu,” jawab bapak yang ditanya.

‘Aha! Pucuk dicinta ulam pun tiba!’ sorak si pegawai dalam hati.

Ia pun segera menyerahkan laporannya kepada Bapak itu. Setelah meminta bapak tadi menandatangani buku tanda terima laporan dan mengucapkan terima kasih, si pegawai pun kembali ke kantornya. Akhirnya, target hari ini selesai, sukses!

———-
Kesimpulan:
Sukses itu tidak harus selalu untuk hal-hal yang besar. Keberhasilan dalam hal yang kecil pun termasuk sukses.

Untuk mendapatkan sukses, dibutuhkan perjuangan. Tidak ada jalan yang rata untuk menuju sukses. Dan, mengutip kata-kata motivasi dari Bapak Andrie Wongso, untuk mencapai sukses dibutuhkan sikap pantang menyerah dan selalu bersemangat!

Semoga kisah ini bermanfaat untuk kita semua.

(ง’̀⌣’́)ง semangat!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s