Ketika Kau Menggenggam Terlalu Kuat

“Let Go Ego”
~Ajahn Brahm

Ketika kau menggenggam terlalu kuat, maka kau akan menyakiti dirimu sendiri. Dalam beberapa kasus, kau juga akan menyakiti sesuatu yang kau genggam itu.

Sebagai pertimbangan, atau sebagai contoh, kepalkan tanganmu. Kepalkan kuat-kuat. Semakin lama semakin kuat. Jangan dilepas untuk beberapa menit. Apa yang kau rasakan? Pegal? Sakit? Kuku-kuku jarimu melukai telapak tanganmu? Jika ya, lanjutkan membaca artikel ini.

Ketika kau menggenggam erat amarahmu. Kau merasakan begitu marah kepada seseorang. Kau menyakiti dirimu sendiri dengan amarahmu. Kau menyakiti dirimu sendiri, karena napasmu jadi tak teratur, kau sakit kepala, dan sakit tenggorokan. Dan, orang yang kau marahi juga merasakan sakit.

Ketika kau menggenggam erat orang-orang yang kau sayangi, entah itu anakmu, pasanganmu, sahabatmu, saudaramu, atau siapa saja, maka kau telah menyakiti dirimu sendiri. Kau khawatir jika sesuatu menimpa mereka. Waktumu habis untuk memikirkan mereka, takut ini, takut itu, khawatir akan begini, dan khawatir akan begitu. Kau tidak memberikan kebebasan kepada mereka karena ketakutanmu. Kau menggenggam mereka erat-erat. Lalu, akhirnya kau menyakiti mereka. Mereka memberontak. Dan, pada akhirnya, jika mereka lepas darimu, kau akan merasakan kekecewaan yang begitu dalam.

Ketika kau menggenggam erat sesuatu yang kau sangat inginkan, apakah itu uang, jabatan, benda-benda, dan lain sebagainya, kau juga menyakiti dirimu sendiri. Apa jadinya jika kau tak dapatkan apa yang kau inginkan? Apa jadinya jika sesuatu yang kau genggam itu tiba-tiba hilang, lenyap, dan pergi darimu? Kau menjadi kecewa. Kau kesal. Kau marah. Lalu, kau menjadi frustrasi, stress, atau gila. Kau menyakiti dirimu sendiri. Jika kau ‘sakit’, maka kau akan menyakiti orang-orang di sekitarmu pula, mereka adalah orang-orang yang hidup bersamamu. Kau juga menyusahkan mereka kalau kau ‘sakit’.

Jadi, ‘lepaskan’. Mari belajar mengendurkan genggaman. Ingatlah bahwa apapun yang memang menjadi milikmu, akan tetap menjadi milikmu. Jika bukan saatnya menjadi milikmu, lepaskan, relakan. Tak perlu khawatir. Maka hidupmu akan leluasa, damai, dan tenteram.

Mari belajar…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s