#FlashFiction – Kala Bintang yang Di Sana Tak Lagi Bersinar

Wajahku tertunduk lesu saat keluar dari kantor itu. Ini adalah agen yang kesekian puluh yang kudatangi dalam minggu ini. Dari sekian puluh agen tersebut, tak ada satupun yang menerima lamaranku. Semuanya menolak. Jangankan ikut casting, seleksi berkas saja aku tak lulus. Huhhh!!! Aku menghela napas panjang.

Karirku sekarang tidak seperti dulu, saat aku masih berusia di bawah dua puluh tahun. Dulu, aku tak perlu repot-repot ikut casting untuk membintangi film-film maupun iklan, baik untuk media cetak maupun media elektronik. Aku tak perlu mendatangi agen-agen untuk mencari kerja. Tawaran selalu ada seperti air yang mengalir.

Dulu, banyak sekali fans yang membuat grup memakai namaku. Semua orang membicarakan aku. Situs jejaring sosialku selalu penuh dengan komentar-komentar dari para penggemar. Tanda suka pada status yang kutulis selalu beribu-ribu. Orang-orang yang ingin berteman denganku tak terhitung jumlahnya. Ya, itu dulu. Saat bintangku masih bersinar terang.

Apa yang terjadi saat ini adalah kebalikannya. Untuk membintangi sebuah iklan saja sulitnya minta ampun, apalagi mau membintangi sebuah film. Jangankan ingin mendapatkan beribu-ribu komentar dan tanda suka di situs jejaring sosial, mendapatkan satu komentar saja sudah senang bukan kepalang. Hidupku sudah benar-benar berubah. Aku yang sekarang bukanlah aku yang dulu. Bintangku yang sekarang tak seterang bintang yang dulu.

***

Aku tiba di apartemenku tercinta. Sebenarnya aku malu mengakui kalau aku tinggal di rumah susun. Jadi, jika ada yang bertanya aku bilang saja aku tinggal di apartemen yang kecil dan sempit. Aku menghempaskan tubuhku ke sofa butut di sudut ruang apartemen. Lalu, aku menyalakan laptop keluaran 5 tahun yang lalu, yang untungnya masih bisa dipakai walaupun loadingnya sudah seperti jalannya siput.

Aku menyalakan koneksi internet untuk memeriksa email yang masuk. Aku memang menunggu sebuah jawaban atas suatu usaha. Ya, sudah beberapa bulan ini aku menekuni dunia tulis-menulis. Waktu itu, aku iseng-iseng saja menulis. Ternyata, ada kesenangan tersendiri saat aku bisa menuliskan sesuatu. Jadi, aku mencoba mengarang beberapa buah cerita dan mengirimkannya ke beberapa penerbit majalah.

Saat aku sudah masuk ke akun emailku, ada satu email dari sebuah penerbit. Isinya menyatakan bahwa cerpen yang aku kirimkan akan dimuat di majalah yang mereka terbitkan. “YESS!!” teriakku sambil melompat kegirangan. Akhirnya ada juga usahaku yang membuahkan hasil. Mungkin inilah jalan yang harus aku lalui. Jika bintangku di sana tak lagi bersinar, mungkin bintangku di sini yang akan bersinar terang. Ya, tak ada salahnya mencoba, kan? Siapa tahu hokiku beralih ke dunia yang baru ini… Pokoknya, aku harus bersemangat!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s