KDP: Cikal Bakal KDRT

Minggu, 13 Januari 2013.
Hari ini saya baca berita artis yang dianiaya pacarnya. Ardina Rasti, begitu nama sang artis, diberitakan dianiaya oleh pacarnya. Di berita itu juga disebutkan bahwa si laki-laki sangat kasar, dia menghina dengan kata-kata yang kasar (binatang-binatang dibawa-bawa). Sang artis tetap bertahan mau berpacaran dan menerima permintaan maaf karena dijanjikan akan menikah. Lalu, berita yang sekarang ini adalah penganiayaan yang ‘berikutnya’ dari sang pacar. Karena penganiayaan tersebut, menimbulkan masalah psikis pada sang artis.

Hmmm… Sounds familiar… KDP (Kekerasan Dalam Pacaran) memang ada. Berita ini seharusnya bisa menjadi pelajaran buat para wanita. Berhati-hatilah jika punya pacar yang kasar. Jika kata-katanya saja kasar (sangat kasar yang berlebihan) tak tertutup kemungkinan bahwa suatu saat ia juga akan kasar menggunakan tangan dan kakinya. Maka, hindari orang tersebut sebelum terlambat dan menyesal kemudian.

Menurut saya, jangan percaya mulut orang yang suka janji-janji dan berkata manis sebentar saja tapi kata-kata kasarnya sangat banyak. Saya nggak percaya dengan ungkapan: ‘Orang itu mulutnya saja yang jahat, tapi hatinya baik.’ Kalau mulut bicara, sudah tentu dari hatinya ia bicara. Saya percaya orang yang baik tak akan pernah mau melontarkan kata-kata kasar, sekalipun itu untuk mengumpat lampu lalu-lintas. Mau lihat orang itu kasar atau tidak, lihatlah dari kata-katanya dulu. Pelajaran dari berita di atas, jangan maafkan orang yang kasar. Sekali dimaafkan, dia akan janji-janji manis. Tapi, tabiat tak bisa diubah secepat kita membalikkan telapak tangan, kan. Pilihan ada di tangan Anda, mau terus-terusan dikasarin, silakan bertahan dengan orang kasar, dan pastinya jangan pernah mengeluh kalau dikasarin. Siapa suruh kamu bertahan? Kalau mau mengeluh, ya tinggalkan orang kasar itu.

Kalau ada KDP, pasti berlanjut ke KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), kan. Bayangkan saja, jika saat pacaran saja sudah kasar dan menggunakan kekerasan, apalagi kalau sudah menikah. Kasihan nanti anaknya. Dampak psikologis seperti trauma pasti akan ada.

Wahai wanita-wanita, hormatilah dirimu, hargailah dirimu. Buang jauh-jauh orang yang tidak menghormati dan menghargaimu. Jangan mau punya pacar, apalagi suami, yang kasar seperti berita di atas. Kita hidup mau bahagia, jika pacaran menimbulkan penderitaan, lebih baik pilih single aja tapi hepi.

Oke ladies, belajarlah dari pengalaman!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s