Kisah Anak Layangan

Kisah seorang anak layangan (kisah nyata).
By: Alfred Frost Hansen

Kisah ini baru saja saya alami sekitar 20 menit yang lalu. Yang menginspirasi bahwa hendaknya setiap orang harus belajar untuk bersyukur terhadap yang dimilikinya.
Apa pun yang anda miliki, syukurilah dan tegaskan bahwa kalian beruntung karena memilikinya.

“Saat itu, saya baru saja selesai makan sore. Karena kekenyangan, saya berencana untuk berjalan di sekitar rumah dengan tujuan menurunkan kadar kekenyangan saya.”
Saya berjalan cukup jauh, karena saya memang sangat kekenyangan. Maklum, kelaparan karena tidak makan siang. Heehehe…

Ketika saya hendak berjalan pulang, saya dikejutkan dengan seorang anak kecil yang tiba tiba memanggil saya. Anak kecil itu minta diambilkan layangan yang tersangkut di atas genteng rumah salah seorang warga. Awalnya saya hanya tersenyum dan memperhatikan anak itu. Walaupun telah bersusah payah, tetap saja anak itu tidak berhasil mendapatkannya.
Anak itu pun lalu meminta saya untuk mengambilkannya dengan bantuan sebuah tongkat panjang.
Tapi, memang karena mata saya tidak terlalu jelas melihat benang yang sangat tipis itu, saya pun dengan santai berkata kepada anak itu untuk membeli saja, daripada bersusah-payah untuk mengambilnya.
Anak itu hanya terdiam sambil menatap saya, lalu berkata bahwa dia tidak memiliki uang. Dia pun menambahkan bahwa layangan yang akan diambil itu akan dia jual kembali untuk uang makannya.
Setelah mendengar perkataan anak itu, saya pun seketika itu juga terdiam.
Anak itu akhirnya mencoba sendiri untuk memanjat pagar rumah tersebut. Saya pun hanya bisa melihat dan memegangi anak itu agar tidak jatuh.
Dengan bersusah payah, akhirnya si anak berhasil mendapatkan layangan itu, walau dengan tangan dan wajah yang terluka.
Dengan tangan dan wajah yang bersimbah luka, anak itu tersenyum sambil berlari membawa layangannya.

Saya pun tersenyum sambil menyampaikan salam perpisahan kepadanya.

Ya, sebuah kisah yang menginspirasi saya untuk tetap bersyukur terhadap apa pun yang saya miliki.

Thanks.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s