Siapa Penentu Kesehatan?

Beberapa waktu yang lalu, saya membaca kata-kata bijak yang berasal dari Buddha seperti berikut ini: “Every human beings is the author of his own health”, kitalah yang menentukan kesehatan diri kita sendiri. Artinya, secara langsung maupun tak langsung, kitalah yang menentukan kesehatan diri kita.

Sebagai contoh, hari ini saya mendapati perut saya sangat sakit, sakit yang melilit-lilit yang membuat saya susah bergerak. Sakit itu tiba-tiba saja datang di siang hari setelah saya makan sepotong biskuit. Saya tadinya berpikir bahwa biskuit itu adalah penyebab sakit perut saya. Tapi, setelah mengingat-ingat apa saja yang saya makan sejak kemarin, saya mendapati bahwa kemarin saya makan sambal yang dikasih dengan asam cuka. Jadi, dalam hal ini, cuka adalah penyebab dari sakitnya perut saya.

Contoh lainnya, jika kita terkena sakit kepala sebelah (migrain). Apa penyebabnya? Sakit kepala sebelah itu biasanya disebabkan jika kepala terkena panas yang berlebihan, misal berjemur di terik matahari, atau disebabkan oleh terlalu banyak pikiran, atau karena main komputer terlalu lama, atau karena penyebab lainnyaa. Jadi, jika terkena sakit kepala sebelah, penyebabnya adalah karena kita membiarkan diri sendiri terkena penyakit itu.

Demikian juga untuk kasus penyakit-penyakit kecil seperti batuk, flu, atau demam. Mengapa bisa terjadi? Itu karena kita mengijinkan penyebabnya memasuki tubuh kita sehingga bisa menimbulkan penyakit. Misalnya sakit flu, karena kita membiarkan diri kita terkena hujan, atau membiarkan diri kita berdekatan dengan orang yang terkena flu, atau karena membiarkan diri kita tidak memakai jaket dalam cuaca yang dingin.

Menurut saya, dari semua kasus sakit-penyakit, sebenarnya pola hidup kitalah yang menentukannya. Jika terlalu banyak makan yang manis-manis bisa terkena kencing manis. Jika terlalu banyak makan daging jeroan atau makanan kaleng bisa terkena kanker. Jika terlalu banyak jajan bisa terkena penyakit tipus. Jika sering merokok atau suka berdekatan dengan perokok bisa terkena TB.

Faktor lain selain pola hidup adalah KARMA. Mengapa karma? Karena, apa yang kau tabur, itulah yang kau tuai, akan kau tuai benih baik dari kehidupan saat ini maupun dari kehidupan yang lampau.

Ketahanan fisik setiap orang memang berbeda. Ada yang sudah menjaga pola makan tapi masih saja bisa sakit, entah karena ada penyakit keturunan atau karena faktor wabah penyakit. Semua itu bisa juga karena karma masa lampau. Mengenai karma ini, saya benar-benar percaya. Karena karma adalah apa yang kita perbuat dan buah karma adalah hasil dari perbuatan kita, maka sebab dan akibat ini juga menentukan kesehatan kita, sama seperti contoh kasus di atas.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sehat tidaknya tubuh kita tergantung dari apa yang kita lakukan terhadap tubuh kita, tergantung dari bagaimana kita memperlakukan tubuh kita sendiri.

Mau sehat?? Jadilah orang baik! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s