Krisis Dunia ≠ Krisis Mental

Saat ini banyak orang membicarakan masalah krisis ekonomi. Oleh karena sebuah perusahaan di Amerika bangkrut, negara-negara lain ikut merasakan dampaknya. ‘Krisis global baru saja dimulai’, begitu kata sebagian besar orang. Akankah kisah sedih di tahun ’98 akan terulang kembali? Sebaiknya jangan ya..

Krisis ekonomi yang sedang terjadi pasti ada dampaknya pada setiap orang. Bagi yang sudah bekerja, penghasilan mungkin tidak mencukupi untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Bagi mahasiswa atau pelajar, uang jajan mungkin tidak cukup untuk membayar ongkos. Toko-toko mungkin saja akan menjadi sepi, bahkan tutup. Perusahaan-perusahaan mungkin akan mengurangi jumlah karyawan.

Orang-orang boleh saja mengatakan sekarang sedang terjadi krisis dunia. Tetapi jangan sampai kita juga ikut-ikutan krisis, apalagi krisis mental, selalu murung dan tidak bersemangat karena memikirkan perekonomian yang semakin sulit. Siapa sih yang mau krisis terjadi? Siapa sih yang mau pusing? Pasti semua orang tidak mau kan.. Oleh karena itu, kita harus tetap bersemangat. Kebutuhan-kebutuhan yang tidak penting sebaiknya dikurangi – kita belajar berhemat. Pada jam kerja, kita bekerja sebaik-baiknya agar perusahaan tetap mempertahankan kita. Dan yang paling penting, kita semua bersama-sama berdoa agar krisis ini segera berakhir.

Krisis Global ≠ Krisis Mental
Mental Oke = Semangat Oke
Semangat Oke = Hidup Oke
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s