Belajar Jadi Salesman

Di suatu pagi, seorang bos memberi pengarahan kepada salesman yang baru beberapa hari masuk kerja.

Bos : “Hari ini kamu pergi mencari customer di daerah X.

Sales : “Baik bos!”

Bos
: “Supaya kamu dapat banyak orderan, kam
u harus ramah. Kalau waktu kamu masuk ke sebuah toko, dan toko itu ramai, kamu harus sabar menunggu sampai yang punya toko selesai melayani pembelinya. Kamu jangan maksa pemilik toko untuk melayani kamu duluan.”

Sales
: “Iya bos!”

Bos : “Kamu juga harus ringan tangan, siap membantu orang. Kalau kamu lihat di toko itu ada pekerjaan yang membuat karyawannya kewalahan, sebisa mungkin kamu membantu. Biar pemilik toko merasa tidak enak sama kamu, hingga akhirnya kamu bisa dapat orderan”

Sales
: “Baik bos. Saya mengerti”

Kemudian berangkatlah sales baru tersebut dengan wajah cerah berharap dapat banyak orderan..
Saat jam makan siang, sales tersebut kembali ke kantor dan melapor pada bosnya..

Bos : “Bagaimana hasilnya? Kamu dapat banyak orderan?”

Sales
: “Dapat bos!”

Bos
: “Dapat berapa banyak orderan?”

Sales
: “Satu, bos!”

Bos
: “Lha, kok cuma satu? Dari pagi sampai siang, seharusnya kamu bisa dapat minimal tiga orderan! Coba kamu ceritakan kenapa bisa sampai begitu?!”

Sales
: “Tadi saya ke toko A. Karena tokonya ramai, saya menunggu. Seperti kata bos tadi pagi, saya harus sabar. Karena tokonya sangat ramai, saya melihat pegawai toko itu kewalahan melayani pembeli. Jadi saya membantu karyawan di toko itu. Setelah agak sepi, baru pemilik toko bisa melayani saya.”

Bos
: “Wah.. Wah.. kalau semua sales kayak kamu, bisa rugi saya. Kamu pindah saja ke toko itu, bantu-bantu. Nanti biar toko itu yang menggaji kamu. Kamu tidak usah jadi sales lagi..”

Sales
: “Maaf bos. Maklum saya kan baru.. Masih belum mengerti.”

Bos
: “Seharusnya kamu pintar-pintar lihat situasi. Kalau terlalu ramai, lebih baik kamu pergi ke toko lain dulu. Jangan menunggu di satu tempat saja. Kalau mau bantu, seadanya saja, jangan semua pekerjaan kamu bantu. Lain kali kamu harus lebih pintar lihat situasi dan kondisi.”

Sales
: “Siap laksanakan, bos!”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s