Halo, Gebetan!

Hai, gebetan! Senang melihatmu hari ini! Apalagi saat melihatmu tersenyum. Bikin hati ini jadi meleleh kayak es krim! Es krim enak dimakan dan senyummu enak dipandang. 

Hari ini… Dan juga hari sebelumnya yang kapan itu… Aku senang banget saat kamu menawarkan bantuan. Atau saat kamu menyuruh orang membantuku di saat aku memang lagi butuh bantuan. Lebih terharu lagi saat kamu benar-benar sibuk, tapi kamu sempat-sempatnya perhatiin aku. 

“Eh, itu barangnya banyak. Pasti berat dong!” katamu saat melihatku membawa barang. Waktu itu kamu lagi sibuk dengan pekerjaanmu, melayani pembeli. 

“Di, tolong bantuin bawa barang itu. Itu berat, lho. Kamu bawain ya! Trus ikat di motornya yang kencang, jangan sampai barangnya bisa jatuh,” pintamu pada rekanmu. 

Lalu rekanmu membantuku membawakan barang lalu mengikatkannya di motorku. Sebentar kemudian, kamu turun tangan ikut bantuin mengikat barang-barang itu.

“Hati-hati pulangnya, ya! Di jalan jangan ngebut. Tuh banyak barang yang dibawa. Pelan-pelan saja,” katamu.

Aku mengiyakan perkataanmu. “Oke! Terima kasih, ya!”

Aku terharu. Kok kamu baik banget, sih? Kok kamu perhatian banget, sih? Jelas aku ge-er, dong! Atau… Memang aku yang kelewat pede?? Apapun itu… Pokoknya kamu baik banget! Dan aku suka itu!

Sebelum motorku melaju pulang, aku melirik ke dalam toko. Seorang wanita cantik berambut panjang menarik perhatianku. Baru kali ini aku melihatnya di tokomu. Dia mengenakan cincin yang sama dengan yang kau pakai.

Ah, ya… Itu pasti istrimu. Entah kapan kalian menikah. Aku ketinggalan berita.

Padahal…. 

Ah, ya sudahlah…

#FFKamis – Kacamata

“Ah, ke mana lagi kacamataku itu ya?” gumamku sambil membongkar laci meja kerjaku. Sebelumnya aku sudah mencariya di kamar, ruang tamu, dan ruang makan. Tapi, kacamataku belum juga kutemukan.

Akhir-akhir ini aku memang sering kehilangan kacamataku.

“Papa sedang apa?” tanya anakku yang baru berumur lima tahun saat aku membongkar tasku.

“Cari kacamata, Nak. Kamu lihat, nggak?”

“Kacamata Papa ada di teras. Tadi nenek meminjamnya untuk baca koran,” jawabnya.

“Nenek? Nenek siapa?” tanyaku.

“Nenek yang tinggal di rumah ini, Pa. Dia sering pinjam kacamata Papa untuk baca koran,” jelas anakku.

Mendadak aku merinding. Tidak ada nenek yang tinggal di rumah ini..

#FFKamis – Cincin

“Di mana cincinku? Di mana? Kenapa tak ada di mana pun?”

“Dengar suara itu?”

“Sssttt…. Diam! Aku lagi mendengarkan!”

“Cincinku… Ke mana hilangnya? Siapa yang tega mengambilnya? Awas saja jika aku tahu orang yang mengambilnya. Tak akan kuampuni!”

Kau mendengarkannya, kan?”

“Ya. Ayo lihat siapa yang ada di dalam!”

“Ayo! Sudah seminggu ini selalu ada suara aneh di sini saat tengah malam! Aku benar-benar penasaran!”

Brak! Pintu kamar itu dibuka. Dari dalam nampak sesosok wanita sedang mengobrak-abrik laci meja rias.

“Aaagghh! Itu mantan istrimu yang meninggal minggu lalu, kan??”

“I-i-i-iya…”

“CINCINKU! DASAR WANITA PEREBUT SUAMI ORANG! KAU REBUT PULA CINCINKU!!!”

[Review Film] Chief Kim

sumber gambar: asianwiki.com

Judul Film: Chief Kim / Good Manager
Genre: Workplace, Drama, Comedy
Tahun: 2017
Jumlah Episode: 20
Pemain:
Namgung Min sebagai Chief Kim / Kim Sung Ryong
Nam Sang Mi sebagai Yoon Ha Kyung
Lee Joon Ho sebagai Seo Yul
Jung Hye Seong sebagai Hong Ga Eun
Kim Won Hae sebagai Choo Nam Ho
Park Young Gyu sebagai Park Hyun Do
Seo Jung Yeon sebagai Jo Min Young

Cerita Singkat:
Kim Sung Ryong adalah seorang akuntan yang kerjaannya memalsukan pembukuan kliennya agar terhindar dari pajak. Suatu ketika, pegawai satu-satunya, Oh Gwang Sook, sedang browsing lowongan pekerjaan. Gwang Sook mengatakan ada perusahaan besar, TQ Company, mencari seorang Manager. Kim Sung Ryong yang bercita-cita ingin tinggal di Denmark pun akhirnya mencoba peruntungannya melamar pekerjaan di TQ karena ia merasa pekerjaannya sebagai pemalsu pembukuan tidak menghasilkan banyak uang, malah dicari-cari polisi terus walaupun ia tidak pernah tertangkap.

Di TQ Company, ada seorang mantan jaksa yang menjadi Direktur Keuangan. Ia adalah Seo Yul. Seo Yul mengetahui bahwa Kim Sung Ryong adalah seorang pemalsu pembukuan. Ia menyarankan agar bosnya, Park Hyun Do, merekrut Kim Sung Ryong untuk kepentingan perusahaan.

Di saat perekrutan karyawan itu, ada kasus bunuh diri seorang karyawan, Manajer Lee. Posisi Manajer Lee inilah yang nantinya akan diisi oleh Kim Sung Ryong. Setelah Kim Sung Ryong diterima bekerja di TQ, ia menyadari bahwa pekerjaannya tidak mudah. Ia disuruh memalsukan pembukuan. Karena TQ adalah perusahaan besar, Kim Sung Ryong tidak mau melakukan apa yang diperintahkan bosnya, Seo Yul. Kim Sung Ryong pun lama-kelamaan menyadari bahwa kasus bunuh diri Manajer Lee adalah kasus palsu.
Kim Sung Ryong mati-matian tidak mau mengerjakan pekerjaan kotor lagi. Namun ia diancam oleh Seo Yul.

Pada awalnya Kim Sung Ryong atau Chief Kim sangat tidak peduli dengan orang-orang sekitarnya. Namun karena suatu ketidaksengajaan, ia terpilih menjadi Pria Berbudi di kantornya karena ia menyelamatkan istri Manajer Lee yang akan ditabrak mobil. Chief Kim pun juga tak sengaja menyelamatkan karyawan di TQ Delivery yang sedang berdemo.

Karena kasus-kasus ketidaksengajaan, ia pun akhirnya bertekad untuk membongkar kejahatan Direktur Utama TQ, Park Hyun Do. Sebagai langkah awal, ia memulai dari Direktur Keuangan, Seo Yul. Ulah Chie Kim tentu saja diketahui oleh Seo Yul. ‘Perang’ di kantor pun dihelat. Chief Kim yang mengepalai Bagian Operasional Bisnis lalu dibantu oleh rekan kerjanya, Yoon Ha Kyung dan Choo Nam Ho. Lalu seorang detektif yang menyamar menjadi pegawai magang di TQ, Hong Ga Eun, juga ikut membantunya.

Namanya film bergenre workplace, selain perseteruan antara Chief Kim dan Seo Yul, ada juga ‘musuh-musuhan’ antara tim Operasional Bisnis dengan tim Akuntansi. Seo Yul sendiri juga saling iri-irian dengan Direktur bidang lainnya, mereka saling memperebutkan kekuasaan dan saling cari muka plus saling menjatuhkan di depan Direktur Utama.

Review:
Film ini sangat oke dan menghibur banget, soalnya filmnya lucu. Aktingnya Namgung Min keren banget! Sebelumnya saya pernah nonton film yang dibintangi Namgung Min Oppa, yaitu film My Secret Hotel, The Girl Who Sees Smells, dan Beautiful Gong Shim. Namgung Min ini bisa jadi apa aja. Dia jadi orang jahat di The Girl Who Sees Smells, trus jadi orang yang cool di My Secret Hotel, pas di Beautiful Gong Shim, dia jadi cucu baik-baik. Pokok’e Namgung Min Oppa keren banget. Ini juga salah satu alasan saya nonton film ini.

Selain Namgung Min yang keren, pemeran Seo Yul, Lee Joon Ho juga imut banget! Walaupun Lee Joon Ho memerankan tokoh yang suka semaunya, tidak punya hati, tapi suka makan, akting doi keren juga di film ini. Pas dia lagi makan tuh rasanya kok enak banget! Makanan-makanan yang berseliweran di film ini asli bikin lapar, apalagi pas Seo Yul yang makan. Wah!!

Selain akting yang bagus, alur cerita yang menarik, dan makanan-makanan yang menggugah selera di film ada ada minusnya juga. Minusnya adalah make upnya! Iya, make up pemeran cowoknya. Soalnya lebih tebal dari make up pemeran cewek. Aneh banget menurut saya karena kok malah tokoh cowoknya yang pake bedak tebal. Yang ceweknya malah oke banget make upnya, natural dan terlihat alami tapi cantik banget.

Oke, the last… rating film ini 4 dari skala 5. Saya berharap ada session 2 untuk film ini. Soalnya di film ini romance-nya minim banget. Cuma flirting antara Seo Yul dan Yoon Ha Kyung serta Sun Sang Tae dan Oh Gwang Sook. Kalau ada session 2 nya, saya harap Seo Yul bisa jadian dengan Yoon Ha Kyung. Mereka cute banget soalnya.

[Review Buku] Moon in the Spring

Teaser:

Di malam bulan purnama, seorang dewi terjebak bersama seorang pria berhati dingin dan licik di permukaan bumi.

Dewi Langit, Pria Bumi, lalu Malaikat Kematian…

Apakah wanita itu benar-benar tunanganku?

Pria itu bernama Kang Min-Hyuk, pria berhati dingin dan licik.
Ia tidak tampak terkejut ketika tunangannya bangkit dari kematian.
Ia tidak memiliki perasaan apa pun kepada wanita itu.
Akan tetapi sesudah kejadian itu, wanita itu terlihat seperti wanita lain.
Dan wanita itu tidak pernah bisa hilang dari pikirannya

Apakah pria itu akan berhasil mengetahui identitasku yang sebenarnya?

Ji-Wan melanggar peraturan langit dan turun ke bumi untuk menggantikan posisi seorang wanita yang meninggal.
Di sana, ia bertemu dengan Min-Hyuk, tunangan wanita yang ia gantikan.
Sejak bertemu dengannya, Ji-Wan tahu bahwa pria itu adalah orang yang tidak mudah untuk dihadapi.
Walaupun begitu, Ji-Wan berniat untuk bisa terus bertahan di dunia manusia…
meski ia merasa lelah.

Cerita Singkat:

Dal-Hee adalah seorang calon dewi yang tinggal di langit. Tadinya ia adalah manusia. Suatu ketika ia dan kakaknya dikejar harimau. Dewa-dewi dari langit merasa iba dengannya lalu menyelamatkan Dal-Hee dan kakaknya. Mereka pun akhirnya tinggal di langit. Kakak Dal-Hee telah lebih dahulu menjadi dewa. Namun Dal-Hee masih belum lulus ujian menjadi Dewi karena ia masih memiliki sifat-sifat manusia.

Suatu hari, Dal-Hee mendengar rintihan manusia yang meminta tolong agar nyawanya dicabut. Dal-Hee merasa heran kenapa ada manusia yang ingin mati. Ia pun turun ke bumi untuk melihat apa yang terjadi. Rupanya wanita itu sekarat. Wanita yang bernama Ji-Wan itu meminta pertolongan pada Dal-Hee agar ia bisa meninggalkan bumi secepatnya. Saat itu ada Malaikat Kematian juga di ruangan rumah sakit tempat wanita itu dirawat. Dal-Hee pun mengabulkan permintaan Ji-Wan. Ji-Wan meninggal.

Di ruangan tempat Ji-Wan dirawat, ada beberapa keluarganya dan tunangannya Kang Min-Hyuk. Namun orang-orang di ruangan itu tidak ada yang peduli dengan kematian Ji-Wan. Mereka bersikap dingin, apalagi sang tunangan. Melihat itu, Dal-Hee dan Malaikat Kematian menjadi geram. Dal-Hee memutuskan untuk masuk ke tubuh Ji-Wan untuk memberi pelajaran pada anggota keluarganya, terutama tunangan Ji-Wan. Ji-Wan pun hidup kembali. Di dalam tubuhnya ada roh Dal-Hee. Tapi semua orang melihatnya sebagai sosok Ji-Wan.

Masuknya roh Dal-Hee ke dalam tubuh Ji-Wan membuat gempar langit dan dunia bawah bumi tempat Malaikat Kematian. Setelah Malaikat Kematian menjelaskan pada Dewa Bumi bahwa Dal-Hee ingin memberi pelajaran pada Min-Hyuk yang berjiwa gelap, akhirnya Dewa Bumi membolehkan Dal-Hee melakukan aksinya. Dewa Bumi pun menyuruh Malaikat Kematian menjaga Dal-Hee. Malaikat Kematian menjelma menjadi sopir Ji-Wan dan memakai nama Lee I-Gu.

Rupanya tidak mudah untuk menundukkan Kang Min-Hyuk yang berhati dingin, sombong, dan sedikit kasar. Namun Ji-Wan juga tidak kehabisan akal. Ia melakukan berbagai cara di antaranya dengan mengubah penampilan Ji-Wan, mempelajari kehidupan Ji-Wan sebelumnya, mendekatkan diri dengan adik tirinya (Mi-Ra), memberi pelajaran juga pada Mi-Ra, dan mencari pekerjaan.

Review:

Namanya juga novel bergenre drama, ya pastilah ada romansanya ya. Seperti biasa, drama-drama Korea menceritakan tentang pria berhati dingin dan wanita berkarakter kuat. Lalu akhirnya mereka jatuh cinta. Namun ada orang ketiga, yaitu cowok-cakep-baik hati yang suka sama si tokoh utama cewek dan cewek-cantik-seksi-pencemburu yang suka sama tokoh utama cowok. Begitu juga di buku ini. Kurang lebih ceritanya seperti itu. Sudah bisa ditebak.

Tapi… walaupun sudah tahu kira-kira ceritanya bakal bagaimana, teteup ajah buku ini oke banget karena seru ceritanya. Serunya di saat Dal-Hee berusaha ‘menjinakkan’ Min-Hyuk. Juga seru saat Dewa Langit mengetahui bahwa Dal-Hee turun ke bumi dan hidup di bumi sebagai manusia. Nah, lho! Ada hukuman menanti Dal-Hee di saat-saat Min-Hyuk mulai melunak.

Satu lagi yang oke dari novel ini adalah…. Novel ini adalah karangan Hyun Go Wun, penulis skenario K-Drama 1% of Anything atau Something About 1%. Film 1% ini sudah saya tonton dan bagus! Buku ini juga bagus! Hahaha.

Terus kata-kata bijak yang ada di novel ini juga oke banget. Contohnya sebagai berikut:
1. Manusia sering melakukan hal-hal yang tidak terpuji karena keserakahan mereka. … Tidak sedikit manusia yang sengaja berbuat jahat kepada manusia lain. … Tidak ada yang bisa mengalahkan kejahatan seorang manusia yang tidak mau berbagi dengan sesamanya. Padahal yang dimilikinya lebih banyak.

2. Menikah tidak hanya menyatukan dua hati, tetapi juga dua raga. Jadi bagi yang memutuskan untuk menikah, harus sudah yakin kalau mereka bisa berkompromi.

3. Banyak manusia yang mungkin tidak sadar bahwa dunia yang mereka tinggali saat ini sebenarnya menyenangkan sekali. Mereka sibuk menjalani rutinitas yang membuat hidup mereka terasa datar dan biasa-biasa saja. Sayang sekali, karena mereka jadi tidak punya waktu untuk menyadari bahwa dunia yang mereka tinggali punya nilai dan makna lebih dari itu.

Soooo…., tiba saatnya untuk rating. Saya beri 3,8 dari skala 5 untuk buku ini.

* * *

Informasi Buku:

Judul buku: Moon in the Spring
Pengarang: Hyun Go Wun
Penerbit: Penerbit Haru
Tahun Terbit: 2014
Genre: drama, romance, fantasy, K-Iyagi
Penerjemah: Sitta Hapsari
Jumlah halaman: 405 halaman
ISBN: 978-602-7742-39-0

Hujannya Awet, Masbro!

Sudah dua hari ini hujannya awet, Masbro!
Dari subuh hingga malam hari… Hujan gerimis. Hampir tiada henti. Rintik-rintiknya membuat genangan besar di beberapa tempat. Udara menjadi lembab dan dingin. Cocok untuk tidur. Seharian… Kalau bisa. Apalagi ini weekend.

Tapi… Cucian jadi nggak kering. Jemuran makin banyak. Bergelantungan berdesak-desakan di plafon belakang rumah. Wangi cucian di mana-mana. Yang artinya harus hemat pakai pakaian… 

Langit putih tandanya hujan bakalan awet, Masbro!

Bicara awet… Nggak cuma hujan yang bisa awet. Cinta gue sama lo juga awet. Cinta lo sama gue juga… Bakalan awet. Itu kata lo!

Tapi… Ya tapi… Memangnya di dunia ini ada yang awet? Itu pertanyaan lo juga. Dan lo jawab sendiri: Di dunia ini nggak ada yang awet! 

Hujan yang awet cuma buat kemarin dan hari ini. Besok belum tentu. Bisa jadi besok panas terik. Kalau panasnya nggak besok, ya besoknya lagi. Atau besok besoknya. Sampai di kemudian hari. Sama aja kayak cinta. Iya, kan, Masbro? Begitu kan maksud lo? 

Hari ini lo cinta. Besok juga cinta. Minggu depan cinta. Sampai setahun tetap cinta. Lalu sesudah itu pudarlah cintanya. Cinta itu kemudian hilang. Lenyap. Menguap entah ke mana. Entah mengapa. Dan lo pergi begitu saja. Dan tahu-tahu lo sudah ada yang punya. 

Sesak banget, Masbro! 

Tapi… Seperti yang lo bilang: Memangnya di dunia ini ada yang awet?... Sesak itu nanti juga akan hilang. Pasti. Kalau nggak besok, ya besoknya lagi. Atau besok besoknya lagi. 

Lo nggak suka lagi sama gue, kan, Masbro? Yagapapalah… Gue ikhlas, Masbro! Semoga lo awet sama si baru. Semoga aja nggak ada lagi korban ‘Di dunia ini nggak ada yang awet!’

Sekarang, nggak ada lo lagi, Masbro! Tapi.. Besok-besok bakalan ada Masbro-masbro lain yang baik hati yang bakalan ngisi hati gue. Dan… Cukup satu Masbro yang awet sampai akhir masa hidup gue.

Hujannya awet, Masbro! Dan malam ini cuaca masih dingin. Buat the next Masbro, gue harap cinta yang lo akan awet. Namun janganlah sikap lo sedingin cuaca malam ini.

Sebuah Pilihan

Sumber gambar: dramabean. Film Birth of a Beauty.

Sara mengeluarkan ponselnya dari dalam tas. Ada pesan di BBM. Dari Joon. 

“Hai, apa kabar? Ketemuan yuk!”

Sesaat Sara menahan napas. ‘Ketemuan? Dia ngajak aku ketemuan? Ada angin apa?’ pikirnya.

“Tumben ngajak ketemuan. Ada apa nih?” balas Sara.

Tak lama Joon membalas, “Pengen aja. Ke tempat biasa kamu nongkrong yuk!”

‘Jadi dia masih ingat tempat nongkrongku?’ Sara bergumam dalam hati. 

Ia ingat, dulu ia pernah suka sama Joon. Joon adalah teman SMAnya. Tapi karena di saat itu murid seangkatannya banyak jumlahnya, Sara tidak bisa mengingat satu per satu nama mereka. Hanya teman sekelasnya saja yang ia hapal namanya, ditambah beberapa siswa dari kelas lain yang pernah sekelas dengannya di tahun pertama dan kedua. 

Sara tahu Joon dari Annie, sahabat Sara. Annie memberikan nomor PIN BBM Sara pada Joon. Joon dan Sara jadi sering BBMan dan bertemu beberapa kali. Sara suka pada Joon. Tapi kemudian Joon ‘menghilang’. Ia tak pernah lagi mengajak chatting dan bertemu. Sara pun akhirnya mengubur rasa sukanya pada Joon setelah suatu ketika ia melihat Joon mengganti display picturenya dengan foto seorang perempuan.

Sekarang Joon tiba-tiba mengajak bertemu. Sara tentu saja bingung. Ada perasaan galau di hatinya. Ia mengingat masa-masa saat ia masih suka sama Joon. Ia berpikir mungkin masih ada rasa suka pada Joon. Lalu ia membalas pesan Joon.

“Boleh. Kapan dan jam berapa?”

Joon membalas, “Minggu jam 10. Oke?”

“Oke sip!” balas Sara.

* * *

Minggu jam 10. Sara dan Joon bertemu di cafe tempat Sara dan teman-temannya nongkrong. Tapi kali ini hanya dia dan Joon yang bertemu. Teman-teman mereka tidak ikut.

“Kamu nggak sibuk? Nggak pergi sama cewekmu?” tanya Sara pada Joon senatural mungkin supaya tidak disangka kepo. Padahal ia memang ingin mengorek informasi dari cowok yang wajahnya lumayan cakep itu.

“Nggaklah… Kalau sibuk aku nggak mungkin ngajak kamu ketemuan. Lagian aku nggak ada pacar kok. Single nih!” jawab Joon dengan santai.

“Okelah kalau begitu. Mari pesan makanan dulu,” kata Sara.

Mereka pun memesan makanan. Sambil menunggu pesanan makanan mereka datang, mereka mengobrol.

“Oh, ya. Kamu ulang tahun, kan, beberapa hari yang lalu. Ini kado buatmu,” kata Joon.

Sara bengong. Tumben cowok tengil ini kasih kado. Biasanya dia cuma ngasih pesan di timeline Facebook saat ulang tahunnya, seperti yang dilakukan Joon beberapa hari yang lalu. Tapi ini… Ada tambahan… Kado?

“Hei, kok bengong? Kalau nggak mau kadonya ya udah! Nanti aku kasih ke panti asuhan saja,” ujar Joon.

“Hah? Panti asuhan? Sejak kapan kamu jadi dermawan gitu? Lagian, baru kali ini kamu kasih kado buatku,” sahut Sara.

“Kebetulan lagi ada rezeki. Kantorku menang tender. Jadi kami semua dapat bonus dari bos,” jelas Joon.

“Oh, aku merasa aneh aja kamu kasih kado. Tapi… Makasih ya, Joon,” kata Sara.

“Sama-sama. Eh, itu makanannya datang. Makan dulu, yuk!” ajak Joon.

Mereka pun makan. Setelah itu Joon mengajak Sara pergi nonton. Sara sangat senang karena bisa pergi bareng dengan Joon. Rasa sukanya muncul kembali. Saat Joon mengantar Sara pulang, Sara bertanya padanya, “Tumben kamu baik hari ini. Ada angin apa, Joon?”

“Aku lagi bingung aja…,” jawab Joon. Ia memang terlihat bingung.

“Bingung kenapa?” tanya Sara.

Joon menghentak-hentakkan sepatunya. Menendang-nendang angin. Kelihatan sekali ia gugup.

“Hmmm…,” katanya. Joon nampak berpikir keras.

“Aku suka sama cewek…,” lanjutnya.

Deg! Jantung Sara berdegup kencang. Cewek? Siapa? Kuharap kamu suka sama aku! Jangan bilang kamu suka cewek lain, Joon!

“Siapa?” tanya Sara.

Joon mengambil ponselnya. Ia membuka galeri foto di ponselnya. Lalu ditunjukkannya foto seorang perempuan.

“Ini,” katanya sambil menunjukkan foto perempuan berambut panjang. Wajahnya manis. Imut. Bibirnya merah. Matanya sipit. Kulitnya putih mulus.

‘Ah ya, aku tak mungkin bisa menandingi kecantikan cewek itu. Apalah aku? Nggak cantik, nggak putih, nggak mulus. Huft! Wajar kalau Joon memilih cewek itu…,’ pikir Sara. Kecewa.

“Tapi… Aku juga sebenarnya merasa lebih nyaman ngobrol dan jalan dengan cewek yang satu ini,” kata Joon sambil menunjukkan foto orang lain.

Foto Sara!

Sara terkejut. Matanya terbelalak. Jantungnya seakan berhenti berdetak.

“Apa?? Aku??” tanya Sara tak percaya.

“Iya… Makanya aku bingung. Ada dua pilihan. Entah harus bagaimana….,” katanya.

“Oooh… Jadi pilihanmu ada dua. Aku dan cewek putih itu? Ya terserah kamu saja Joon…,” kata Sara. Ia merasa kesal. Sedikit kecewa. Juga marah. Tapi sekaligus senang. Sara merasa aneh. Temannya ini aneh!

“Kalau begitu… Kamu baik-baiklah sama aku, ya? Biar aku lebih milih kamu…,”kata Joon.

“OMG! Joon! Joon! Dasar aneh!” seru Sara.