[Review Film Serial] Mr. Queen

image source: asianwiki.com

Sinopsis:
Jang Bo Hwan (diperankan oleh Choi Jin Hyuk) adalah seorang chef handal yang bekerja di istana kepresidenan. Rupanya, permainan politik tidak hanya berlaku di antara para pejabat saja, di urusan makanan juga. Ada politikus jahat yang ingin menjatuhkan Jang Bo Hwan.

Jang Bo Hwan yang dikejar-kejar polisi karena dianggap penjahat akhirnya terdesak di balkon gedung bertingkat. Ia pun jatuh, yang untungnya jatuh ke kolam renang. Saat ia di dalam kolam renang, ia melihat seorang wanita berpakaian adat dari zaman Joseon. Jang Bo Hwan kemudian tak sadarkan diri.

Pada saat sadar, Jang Bo Hwan telah berada di masa Joseon. Rohnya masuk ke tubuh wanita yang dilihatnya di dalam kolam renang. Rupanya wanita tersebut adalah Kim So Yong yang akan dinobatkan menjadi ratu.

Jang Bo Hwan yang laki-laki tentu saja masih merasa dirinya laki-laki walaupun ia berada di dalam tubuh perempuan. Tingkah lakunya yang aneh membuat dayang-dayang geleng-geleng kepala. Ia bertingkah seenaknya saja dan menggunakan bahasa masa sekarang yang tidak dimengerti orang-orang zaman Joseon. Di dalam tubuh Kim So Yong, ia dianggap hilang ingatan oleh para penghuni kerajaan.

Setelah mencari info pada Dayang Choi dan Hong Yeon, dua orang yang menjadi pelayan Kim So Yong di istana, Jang Bo Hwan mengetahui bahwa ia berada di masa pemerintahan Raja Cheol Jeong. Dari buku sejarah, ia mengetahui bahwa raja tersebut hanyalah raja boneka dan bodoh. Namun, orang yang ditemuinya berbeda dari yang dikatakan buku sejarah.

Awalnya Jang Bo Hwan ingin segera kembali ke masa kini. Ia mendapat info bahwa Kim So Yong jatuh di danau karena hendak bunuh diri. Namun selalu ada kendala yang menyebabkan ia tidak bisa kembali. Akhirnya ia pun memutuskan untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan Kim So Yong.

Jang Bo Hwan menyadari bahwa di istana banyak orang jahat. Kejahatan dilakukan secara terselubung. Ia berusaha bertahan hidup agar bisa kembali ke masa kini.

Komentar:
Ini film on going pertama yag aku tonton. Biasanya aku nonton setelah filmnya selesai trus cari info (spoiler) baru nonton. Tapi yang ini aku nonton sebelum filmnya tamat. Dan aku nggak menyesal biarpun nggak baca spoiler dari orang-orang di situs asianwiki, tempat biasa aku nyari spoiler.

Film ini dari episode 1 sampai 20, nggak pernah ada yang nggak lucu. Semuanya bikin ngakak. Aku suka aktingnya Shin Hye Sun yang memerankan Kim So Young. Beliau gokil abis. Gayanya lucu, ngomongnya ceplas-ceplos dan banyak akalnya. Ada saja ulahnya untuk mengelabui musuh dan membuat para musuh menjadi malu.

Karena Jang Bo Hwan adalah seorang chef, maka saat masuk ke tubuh Kim So Young, ia mempraktekkan keahliannya dalam memasak. Keren banget saat Ratu membuat para koki istana tercengang saat ia memasak. Ia menggunakan keahliannya untuk mengambil hati Ibu Suri. Oh ya, koki kepala sampai sebel juga dengan kelakuan si Mr Queen yang tiba-tiba jadi ahli masak ini. Kemampuan si koki bahkan dikalahkan oleh ratu!

Aku juga suka slogan film ini: “No Touch”. Jadi si Ratu atau Mama dalam bahasa Korea ini disebut Queen No Touch gara-gara dia menyuruh Raja Cheol Jeong supaya tidak menyentuhnya. Raja Cheol Jeong yang diperankan oleh Kim Jung Hyun pun menuruti kata-katanya. Awalnya pasangan ini kayak kucing dan anjing, saling membenci. Apalagi si Raja punya selir bernama Jo Hwa Jin yang jatuh cinta padanya.

Jo Hwa Jin disebut sebagai Permaisuri Eui Bin. Ia berasal dari klan Jo. Klan tersebut bermusuhan dengan klan Kim, keluarganya Kim So Young. Jo Hwa Jin tidak menyukai Kim So Young. Ia selalu mencari cara untuk menjatuhkan ratu dan menjauhkan ratu dari raja. Untunglah Jang Bo Hwan yang berada di dalam tubuh ratu tuh pintar.

Selain akting pemeran utama, aku juga suka dengan akting Dayang Choi dan Hong Yeon. Dayang Choi sangat lucu. Sebenarnya ia sebal dengan kelakuan ratu yang tiba-tiba berubah drastis sejak siuman setelah jatuh di danau. Ia sampai harus pergi ke hutan buat teriak-teriak dan mengeluarkan uneg-unegnya akibat kelakuan aneh sang Mama.

Namanya film drama, pasti ada kisah cinta tak berbalas. Contohnya kisah cinta Kim Byeong In, sepupunya Kim So Young. Ia sudah lama memendam perasaan pada Kim So Young. Sayangnya Kim So Young malah jatuh cinta pada raja. Lalu ada Pangeran Yeongpyang yang diam-diam menyukai Jo Hwa Jin. Tapi si selir ini cinta mati pada raja. Intinya raja disukai oleh dua wanita. Dia pilih yang mana? Tentu saja akhirnya dia pilih Kim So Young, dong! Jo Hwa Jin mah lewat. Bisanya cuma ngegas doang, sih!

Film berjumlah 20 episode ini bakalan bikin kangen, deh. Rasanya senang sekali karena terhibur oleh akting para pemain dan cerita yang lucu. Film ini pokoknya perfect banget!!

Rating:
10/10

Aku sangat suka filmnya. Film ini berhak mendapat nilai full!!

Informasi Film:
Judul Film: Mr. Queen
Genre: Comedy, fantasy, romance, time travel
Jumlah Episode: 20
Rilis: Desember 2020 – Februari 2021
Stasiun: tvN
Pemain:
Shin Hye Sun sebagai Kim So Young / Queen
Kim Jung Hyun sebagai Cheol Jwong / King
Choi Jin Hyuk sebagai Jang Bo Hwan
Seol In A sebagai Jo Hwa Jin
Cha Chung Hwa sebagai Dayang Choi
Chae Seo Eun sebagai Hong Yeon
Na In Woo sebagai Kim Byeong In, sepupu Kim So Young
Yoo Min Kyu sebagai Pangeran Yeongpyang, saudara Cheol Jeong
Lee Jae Won sebagai Panglima Hong, sahabat Cheol Jeong
Kim In Kwon sebagai koki istana
Kim Tae Woo sebagai Kim Jwa Geun, ayahnya Kim Byeong In

[Review Buku] Veronika Memutuskan Mati

Blurb:
Veronika yang berumur 24 tahun seakan memiliki kehidupan yang sempurna-muda, cantik, punya kekasih, keluarga yang menyayanginya, pekerjaan yang disukainya. Namun ada sesuatu yang hilang dalam hidupnya. Maka, pada suatu pagi bulan November yang dingin, Veronika menenggak segenggam pil tidur dan berharap tidak akan bangun lagi. Tapi ia terbangun-di rumah sakit jiwa, dan diberitahu hidupnya tinggal beberapa hari lagi.

Terinspirasi dari peristiwa-peristiwa dalam kehidupan Coelho sendiri, Veronika Memutuskan Mati mempertanyakan arti kegilaan dan merayakan individu-individu yang dianggap tidak normal berdasarkan standar yang berlaku di masyarakat. Berani dan mencerahkan, kisah ini menggambarkan wanita muda yang berada di persimpangan, antara putus asa dan keinginan untuk bebas, serta apresiasi atas setiap hari yang membawa harapan baru.

Komentar:
Ini pertama kalinya aku baca buku karangan Paulo Coelho. Aku tertarik setelah baca blurbnya. Ternyata oke banget bukunya.

Buku ini ceritanya ‘dalam’ banget, tentang seorang gadis muda yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Ia sampai memikirkan cara yang tidak terlalu merepotkan orang-orang ketika menemukannya mati bunuh diri. Ia memilih pil tidur. Tapi, ternyata ia masih hidup dan sekarang harus tinggal di rumah sakit jiwa. Ia pun harus menderita sakit jantung akibat pil yang ditelannya. Hidupnya hanya tinggal hitungan hari.

Veronika tahu hidupnya tak lama lagi. Namun ia masih saja ingin agar cepat mati. Kemudian, ia berkenalan dengan beberapa orang di rumah sakit jiwa. Mereka ada yang menderita depresi, serangan panik, schizophrenia, dan lain-lain. Ia juga mengamati sebuah kelompok yang bernama Persaudaraan di rumah sakit jiwa tersebut.

Orang-orang yang ada di rumah sakit jiwa tersebut membuka pikiran Veronika. Begitupun dengan mereka-setelah melihat Veronika, mereka menyadari tentang sesuatu.

* * *

Apa yang akan kamu lakukan jika waktumu untuk hidup tinggal sebentar lagi? Waktu yang kamu miliki itu seharusnya dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Lalu, ketika kamu tahu hidupmu tak akan lama lagi, kamu seharusnya bersyukur akan waktu yang telah kaujalani, atas segala yang kau miliki.

Orang akan menganggapmu gila saat kau bunuh diri. Tapi, orang gila tentu tak menyadari bahwa dirinya gila. Orang gila tak akan mengakui bahwa dirinya gila. Mereka yang gila merasa dirinya normal dan menganggap orang normallah yang sesungguhnya gila.

Saat waktu kematianmu sudah dekat, hal ‘gila’ apa yang akan kamu lakukan? Terkadang, kamu harus melakukan hal yang sedikit ‘gila’ agar kamu dapat merasakan ‘hidup.’

Rating:
8/10

Informasi Buku:
Judul Buku: Veronika Memutuskan Mati
Pengarang: Paulo Coelho
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2019 (cetakan kedua)
Jumlah Halaman: 272 halaman

[Review Buku] I’ll be Your Wife

Sinopsis:
Ada seorang mahasiswi berusia 23 tahun bernama Kim Mo Rae. Ia tidak mempunyai orangtua lagi. Ia hidup sendiri dan harus bekerja paruh waktu sepulang kuliah karena orangtuanya meninggalkan hutang dalam jumlah besar sebelum meninggal karena kecelakaan.

Kim Mo Rae yang lugu bekerja di restoran mewah di sebuah hotel. Suatu hari, ada pelanggan yang menyebalkan yang membuat Kim Mo Rae naik darah. Padahal ia sebenarnya tidak ingin meluapkan emosinya agar tidak dipecat. Namun pelanggan tersebut benar-benar keterlaluan. Ia pun harus mengundurkan diri dari pekerjaannya.

Karena sedih harus berhenti bekerja dan memikirkan nasibnya yang tidak punya uang, Mo Rae mabuk-mabukan di pinggir Sungai Han sampai tertidur di sana. Rupanya, karena tertidur di alam bebas, ia terkena serangan hipotermia dan keracunan alkohol. Hal tersebut membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit. Di sisi lain, ada seorang wanita kaya yang juga keracunan alkohol di ruangan yang sama dengan Kim Mo Rae dirawat. Awalnya wanita kaya tersebut yang terkena serangan jantung. Berikutnya, Mo Rae pun terkena serangan jantung. Dokter di rumah sakit dibuat panik oleh kedua perempuan tersebut. Namun akhirnya mereka dapat diselamatkan.

Keesokan harinya Mo Rae mendapati dirinya berada di kamar VIP rumah sakit dan ada orang yang memanggilnya nyonya. Saat ia berkaca di toilet, ia melihat bahwa wajahnya berbeda. Ia sampai beberapa kali pingsan karena ia berubah wujud. Selang beberapa hari, ada seseorang meneleponnya. Wanita yang meneleponnya mengaku bernama Seung Won. Ia berada di dalam tubuh Mo Rae. Ia menawarkan sebuah kesepakatan.

Dalam sekejab, hidup Mo Rae berubah. Ia kini menjalani kehidupan sebagai Seung Won, istri seorang konglomerat bernama Sang Hyuk. Namun ada yang aneh dengan kehidupan pernikahan Seung Won dan Sang Hyuk. Rupanya walaupun suami istri, sikap Sang Hyuk terhadap Seung Won sangat dingin. Ia juga tidak mempedulikan apa yang dilakukan dengan istrinya. Mo Rae yang berkepribadian hangat, ceria, dan ramah, berusaha mengubah sikap Sang Hyuk.

Pada akhirnya Mo Rae jatuh cinta pada Sang Hyuk. Namun ia harus memberitahukan kebenaran pada laki-laki itu. Di sisi lain, Seung Won yang menjalani kehidupan sebagai Mo Rae, berusaha mencari kebebasan dan ingin menemui kembali cinta pertamanya.

Komentar:
Tokoh di buku ini adalah Kim Mo Rae, dia mahasiswa yang sebenarnya lumayan cantik. Namun tubuhnya tertukar dengan nyonya konglomerat yang cantik bernama Seung Won. Mereka pun sepakat menjalani kehidupan baru di tubuh baru mereka. Ceritanya beneran fantasi abis. Bagaimana mungkin ada kejadian seperti bertukar tubuh. Absurd! Tapi aku suka. Jalan ceritanya ngalir aja dan seru. Nggak ada bagian yang ngebosenin.

Aku membaca buku ini sambil membayangkan siapa yang bakal memerankan tokoh Kim Mo Rae, Seung Won, dan Sang Hyuk. Apakah itu Park Seo Jun sebagai Sang Hyuk dan Lee Da Hee sebagai Seung Won, trus Kim Mo Rae diperankan oleh Park Bo Young? Ah, entahlah. Pokoknya pas baca buku ini serasa nonton drakor. Ceritanya pun kan ala ala drakor gitu.

Cerita buku ini lucu banget. Sukses bikin ketawa ngakak. Aku pikir, buku ini genrenya murni romance atau drama yang bakalan bikin nangis. Alih-alih bikin nangis, buku ini malah bikin ngakak guling-guling. Beneran nggak nyangka ceritanya bakal selucu itu. Bahasa terjemahannya bagus banget! Salut buat yang menterjemahkannya.

Rating:
9/10

Informasi Buku:
Judul Buku: I’ll be Your Wife
Pengarang: Jho Hyo Eun
Penerbit: Penerbit Haru
Tahun Terbit: 2017 (cetakan ketiga)
Genre: comedy, romace, fantasy
Jumlah Halaman: 410 halaman

[Review Film Serial] Please Don’t Date Him

image source: asianwiki.com

Sinopsis:
Seo Ji Sung bekerja sebagai staf IT di sebuah perusahaan pemrograman. Ji Sung sangat pintar komputer. Ia suka merakit barang-barang dan hidupnya tak lepas dari ponsel pintar.

Ji Sung sudah bertunangan dengan seorang dokter gigi bernama Bang Jung Han. Tanggal pernikahannya sudah dekat, namun Ji Sung harus lembur bekerja. Di kantornya ia mengerjakan proyek kulkas pintar, yaitu AI (Artificial Intelligence) yang diterapkan pada sebuah kulkas. Dengan pemrograman, kulkas yang ia kerjakan dapat memberitahukan makanan apa yang cocok untuk seseorang yang memberikan data pada si kulkas yang diberi nama Janggo.

Suatu hari ada kendala di pemrograman Janggo. Saat itu pula, Ji Sung sedang ada masalah dengan tunangannya. Ia merasa kesal dan memukul kulkas tersebut. Sejak saat itu ada yang aneh dengan Janggo. Kulkas tersebut memberikan data seseorang secara mendetail. Dari situ, ia pun mendapatkan data tentang tunangannya. Ternyata tunangannya diam-diam merekamnya dan menyebarluaskan foto Ji Sung di grup obrolan. Ji Sung tidak terima dan memutuskan hubungan dengan tunangannya. Mereka pun batal menikah.

Ji Sung mencoba mencari tahu apa penyebab pemrograman Janggo menjadi aneh. Ia pun mencari alasan agar proyek kulkas tersebut ditunda dulu. Sementara proyek kulkasnya ditunda, Ji Sung membantu beberapa wanita mengenai hubungan mereka dengan pacar mereka melalui Janggo si kulkas.

Di sisi lain, ada seorang petugas pemadam kebakaran bernama Jung Guk Hee yang tidak mau menggunakan media sosial. Ia beberapa kali terlibat dengan Ji Sung. Mereka pun akhirnya saling jatuh cinta. Namun ternyata Guk Hee menyimpan masa lalu yang kelam.

Komentar (SPOILER ALERT!!):
Filmnya lucu dan menarik. Keren banget kalau ada kulkas yang bisa menyarankan makanan apa yang harus kita makan keesokan harinya setelah sehari sebelumnya makan ini-itu dan makanan yang disarankan pun sesuai dengan selera kita. Di film ini, selain cerita tentang Ji Sung ada juga cerita tentang kedua sahabatnya, Tak Gi Hyun dan Moon Ye Sul.

Sesuai dengan judulnya, Please Don’t Date Him, film ini banyak mengajarkan tentang cinta, jangan berpacaran dengan orang yang nggak baik. Misalnya di cerita tentang seorang wanita yang pacarnya suka main tangan. Si kulkas memberi tahukan bahwa si cowok suka memukul, tabiatnya nggak berubah karena sebelumnya si cowok juga sering memukuli mantannya. Ada juga tentang cowok yang maunya cuma morotin duit ceweknya. Ia mengaku kaya tapi ternyata pacarnya ada di mana-mana. Dan dari pacar yang satu ia mendapat hadiah yang dipamerkannya ke pacarnya yang lain, begitu seterusnya. Mantan pacarnya Ji Sung juga salah satu contoh yang nggak baik. Kalau cowok beneran sayang, nggak bakal tega mempermalukan pasangannya. Tapi ada juga cerita tentang cowok baik. Yaitu saat Ji Sung mencari tahu seorang cowok yang ternyata usianya jauh lebih muda dari perempuan. Ia awalnya mengira si cowok hanya ingin mempermainkan wanita dan mengincar uang. Ternyata si cowok baik dan beneran tulus.

Oh ya cerita di film ini tentang pemrograman yang aneh pada si kulkas Janggo. Nah, jadi si Ji Sung ini mencari tahu kenapa pemrogramannya berubah jadi aneh. Di kantornya Ji Sung ada beberapa rekan kerja. Semuanya punya kelakuan yang ‘ajaib’. Semua bisa jadi tersangka. Penonton diajak ikut menebak siapa biang keladinya. Tapi aku nggak tertebak. Nggak menyangka bahwa yang jahat itu ternyata si …. Nonton sendiri ya filmnya. Soalnya beneran seru!

Rating:
8/10

Informasi Film:
Judul Film: Please Don’t Date Him / Please Don’t Meet Him
Genre: Science, Romance, Comedy
Jumlah Episode: 10
Rilis: November 2020
Stasiun TV: MBC
Pemain:
Song Ha Yon sebagai Seo Ji Sung
Lee Jun Young sebagai Jung Guk Hee
Yoon Bo Mi sebagai Moon Ye Sul
Gong Min Jung sebagai Tak Gi Hyun

[Review Buku] Only Daughter

Sinopsis:
Ada seorang gadis yang ditangkap polisi karena mencuri. Ia pandai berakting. Saat ditanyai di kantor polisi, ia teringat tentang seorang remaja yang hilang sepuluh tahun lalu. Remaja itu bernama Rebecca Winter. Beritanya pernah muncul di televisi dan saat itu teman si gadis mengatakan bahwa wajah Rebecca mirip dengannya. Gadis yang tidak ingin ditangkap polisi tersebut lalu mengaku sebagai Rebecca Winter.

Awalnya polisi tak percaya. Tapi si gadis berhasil mengelabui mereka. Ia pun diantar menuju rumah Rebecca. Di perjalanan, si gadis ingat ia mempunyai tanda lahir di lengannya. Ia pun mengatakan pada polisi bahwa ia hendak ke kamar kecil. Di dalam toilet, ia memotong daging lengannya untuk membuang tanda lahirnya lalu menyembunyikan lengannya yang berdarah di balik jaket.

Tiba di kota lain tempat Rebecca tinggal, si gadis dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan dan menjalani serangkaian tes. Kemali, ia bisa mengelabui orang-orang di rumah sakit supaya tidak melakukan tes terhadapnya. Namun satu detektif bersikeras untuk mewawancarainya keesokan harinya.

Si gadis sekarang menjadi Rebecca Winter. Ia menjalani kehidupan sebagai Bec. Setelah tinggal di rumah Bec, ia menyadari ada yang salah dengan suasana di rumah tersebut. Ditambah lagi, ia merasa dikuntit. Lama kelamaan, ia pun merasa tidak betah. Namun ada hal-hal lain yang harus ia hadapi.

Komentar:
Cerita di buku ini ada horornya sedikit. Tokoh utamanya wajahnya mirip dengan Bec. Tidak disebutkan namanya. Hanya sebagai tokoh ‘aku’. Lalu penulis menceritakan antara si ‘aku’ dan Rebecca Winter yang asli secara berselang-seling. Bab satu tahun 2014 tentang si penyusup, bab 2 tentang Bec pada tahun 2003, dan seterusnya. Makin ke belakang ceritanya makin seru. Jadi ikut menbak-nebak sebenarnya apa yang terjadi dengan Rebecca Winter yang asli. Trus si penyusup itu gimana akhirnya. Dan endingnya tak terduga.

Ada sisi nyebelin dari tokoh si penyusup. Kok bisa-bisanya ngaku-ngaku sebagai Bec dan mempermainkan keluarganya Bec. Sama kayak cowok yang mainin perasaan cewek. Ada juga di buku ini. Dia bertingkah baik sama Rebecca Winter hingga membuat si Rebecca merasa bahwa si cowok suka sama dia. Tapi ternyata si cowok melakukannya sama semua teman ceweknya. Cowok yang benar-benar berengsek!

Ya, namanya orang berengsek, suatu saat pasti kena batunya. Sama kayak di buku ini. Si penyusup kena batunya.

Rating:
8/10

Informasi Buku:
Judul Buku: Only Daughter (Sang Penyusup)
Pengarang: Anna Snoekstra
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2020
Genre: Thriller, mystery
Jumlah Halaman: 304

[Review Film Serial] Love is Annoying But I Hate Being Lonely

image source: asianwiki.com

Love is Annoying But I Hate Being Lonely. Judulnya cetar banget ya!  Pertama kali mengetahui bahwa bakal ada film dengan judul seperti ini aku langsung masukkan film ini ke list bakal ditonton. Judulnya lucu dan sedikit relate banget dengan kehidupan nyata.

Film ini ceritanya tentang seorang penulis perempuan bernama Lee Na Eun. Ia bekerja sebagai editor lepas. Sebenarnya ia ingin sekali novel yang ia tulis bisa diterbitkan. Tetapi belum ada penerbit yang mau menerbitkan. Ia pun mencoba bertanya pada atasan di tempat ia menjadi editor karena ia merasa ia telah sukses menjadi editor untuk penulis-penulis terkenal. Tetapi atasannya malah berbisik-bisik pada orang lain dan mengatakan bahwa Lee Na Eun tidak pantas menulis novel dan merasa di atas awan. Lee Na Eun yang kebetulan mendengarnya menjadi kecewa. Saat itu ia memutuskan berhenti dari perusahaan.

Lee Na Eun sadar bahwa ia tidak punya tempat tinggal. Tetapi untunglah ada sahabatnya yang membantunya. Ia adalah Kang Hyun Jin, seorang pilot. Hyun Jin tinggal di rumah kost bernama Happy Together. Karena ia sering berangkat, maka ia memperbolehkan Na Eun tinggal di kamarnya. Sebenarnya Hyun Jin menyukai Na Eun sejak lama, tetapi ia tidak berani mengungkapkan karena tidak ingin merusak persahabatan mereka. Ia pun akhirnya malah sering gonta-ganti pacar karena tidak serius dengan mereka.

Lee Na Eun dalam perjalanannya melihat seorang laki-laki menampar perempuan. Ia lalu marah pada laki-laki itu. Setelah beberapa waktu ternyata laki-laki itu adalah teman kostnya Hyun Jin dan kamarnya bersebelahan dengan kamar Hyun Jin. Laki-laki yang disebut berengsek oleh Na Eun tersebut adalah Cha Kang Woo, seorang psikiater yang tempat prakteknya berada tak jauh dari kafe milik teman Na Eun.

Di kost Happy Together, Na Eun disambut baik oleh pemilik kost, Kim Dong Seok. Lalu ada Jung Hoon, yang bekerja sebagai bodyguard. Setelah itu ada Jeon Bo Ra yang pintar berbahasa Inggris dan Choi Kyeong Won yang bekerja di salon kecantikan. Sejak tinggal di kost tersebut kehidupan Lee Na Eun berubah. Ia bertemu dengan berbagai karakter dan mereka semuanya sangat baik padanya, termasuk dokter Cha Kang Woo.

Lee Na Eun sendiri punya dua orang sahabat wanita. Mereka adalah Han A Reum yang memiliki cafe dan Jo Ji A yang bekerja di toko buku. Han A Reum mempersilakan Na Eun bekerja di cafenya. Jo Ji A sering memberi informasi tentang penerbit dan toko-toko buku.

Komentar:
Tokoh utama di film ini adalah Lee Na Eun. Namun ada juga kisah tentang teman-temannya yang lain. Dan seperti judulnya, film ini bercerita tentang orang-orang yang masih single. Mereka berusaha menemukan arti dari kehidupan mereka. Ada masa-masa ketika mereka ingin berhasil meraih sesuatu. Tetapi ada juga masa-masa yang membuat mereka terpuruk. Namun mereka saling membantu.

Lee Na Eun digambarkan sebagai tokoh yang berambisi menjadi penulis. Namun ia sempat down karena tulisannya tidak diterima oleh beberapa penerbit. Lalu saat ia ditipu oleh sebuah penerbit dan akhirnya dibantu oleh Cha Kang Woo, ia malah kecewa dan menyalahkan Kang Woo. Namun ia kemudian berbaikan kembali. Lee Na Eun beberapa kali kecewa namun ia bangkit kembali untuk meraih cita-citanya.

Film ini lucu. Ada kisah perebutan cinta juga. Contohnya saat Kang Woo dan Hyun Jin mengetahui bahwa mereka berdua sama-sama menyukai Na Eun. Mereka teman satu kost tapi akhirnya malah jadi saingan. Walaupun berantem tapi kemudian mereka menjadi seperti saudara. Mereka sangat ngegemesin.

Cha Kang Woo digambarkan sebagai psikiater yang pintar. Ia sering tersenyum walaupun dalam hatinya ia menyembunyikan luka. Ia berusaha membantu teman-temannya yang kesulitan. Dia ini baik banget dan sweet banget!

Setelah menonton film yang cuma 10 episode ini, aku merasa Lee Na Eun sebenarnya lebih cocok dengan Hyun Jin daripada Cha Kang Woo. Entahlah… Mungkin karena mereka sahabat sejak lama. Jadi lucu aja lihat tingkah mereka berdua. Yang nyebelinnya itu si Hyun Jin suka banget menunda-nunda. Makanya dia kena tikung.

Pesan yang ingin disampaikan di film ini menurutku adalah kita tuh nggak sendirian di dunia ini. Ada orang lain yang hidupnya bahkan lebih sulit dari kita. Sesendirinya kita, sebenarnya masih ada orang-orang di sekitar kita yang juga sendirian. Karena itu kita sebenarnya nggak sendirian banget kan. *apa sih ini? haha

Lalu ada pesan tentang persahabatan. Saat kita sedang down, akan ada orang yang tak terduga datang membantu, mereka adalah sahabat-sahabat kita. Trus tentang menggapai cita-cita juga. Sebenarnya kita tuh harus realistis juga dan harus tahu kemampuan diri kita bagaimana. Nah, kalau sudah tahu kemampuan kita maka berusahalah dengan keras untuk mencapai apa yang diinginkan. Yang terakhir, kalau suka sama seseorang ya bilang aja langsung. Jangan tunda-tunda. Ntar kena tikung orang lain nyesel lo! Entah perasaan kita diterima atau nggak itu urusan belakang. Kalau ditolak ya apa boleh buat yang penting sudah usaha dan nggak main-main sama perasaan.

Rating:
8/10

Informasi Film:
Judul Film: Love is Annoying But I Hate Being Lonely / Lonely Enough to Love.
Genre: comedy, romance
Jumlah Episode: 10
Rilis: Agustus 2020
Stasiun TV: MBC every1
Pemain:
Ji Hyun Woo sebagai Cha Kang Woo
Kim So Eun sebagai Lee Na Eun
Keon Il sebagai Kang Hyun Jin
Kim San Ho sebagai Kim Dong Seok
Gong Chan sebagai Jung Hoon
Ha Young sebagai Jeon Bo Ra
Han Ji Wan sebagai Choi Kyeong Won
Son Ji Hyun sebagai Han A Reum
Cha Soo Yeon sebagai Jo Ji A

[Review Buku] All the Missing Girls

Sinopsis:
Nicolette Farrel adalah seorang perempuan berusia 28 tahun dan tinggal di Philadelphia. Suatu hari ia mendapatkan surat dari ayahnya yang mengatakan bahwa ayahnya melihat “gadis itu”. Ayah Nic yang tinggal di Cooley Ridge, kota kecil di North Carolina, menderita sakit pikun. Kadang-kadang ia tidak ingat apapun, namun ia bisa saja menjadi normal kembali. Nic dan Daniel, kakaknya, memasukkan ayah mereka di rumah sakit setahun yang lalu. Biaya rumah sakit cukup besar sehingga Daniel meminta Nic pulang untuk mengurus rumah ayah mereka dan bermaksud untuk menjualnya.

Nic sudah bertunangan dengan seorang pengacara bernama Everette. Ia sebenarnya enggan untuk pulang ke kota kelahirannya di Cooley Ridge. Sepuluh tahun yang lalu ada kejadian yang mencekam di sana. Sahabat Nic, Corinne, hilang. Tidak ada yang melihatnya, semua orang menyimpan rahasia.

Setelah Nic kembali ke kampung halamannya, seorang gadis hilang lagi. Tanpa jejak. Tanpa mayat. Sama seperti kejadian sepuluh tahun yang lalu. Gadis itu tinggal di belakang rumah Nic. Ada hutan di belakang rumah Nic, dan rumah gadis itu ada di seberang hutan.

Hutan di belakang itu menyeramkan. Ada cerita-cerita tentang monster. Ada juga gua tersembunyi di sana. Rumah lama Nic terasa aneh, pintu belakangnya tidak bisa dikunci. Nic merasa tertekan, bahkan ketika tunangannya tiba-tiba datang ke sana.

Polisi menanyai semua orang, termasuk ayah Nic yang sedang sakit pikirannya. Nic tidak menyukai tidakan polisi-polisi tersebut. Ia berusaha mencari tahu.

Komentar:
Cerita di buku ini alurnya kebanyakan alur mundur. Bab pertama adalah kisah sekarang. Bab berikutnya adalah kisah sehari sebelumnya, sehari sebelumnya, dan seterusnya. Lalu di akhir barulah kembali ke masa sekarang. Walaupun demikian, bacanya tidak membingungkan. Malah bikin penasaran. Sebenarnya apa yang terjadi? Ceritanya bikin geregetan!

Makin ke belakang, makin terbuka rahasia-rahasia kebenaran. Dan… ting tong! Tak terduga!

Sebenarnya pengen spoiler, tapi nanti yang baca jadi nggak seru lagi.

Rating:
8/10

Informasi Buku:
Judul Buku: All the Missing Girls
Pengarang: Megan Miranda
Penerbit: Penerbit Noura (PT Mizan Publika)
Genre: Thriller, mystery
Jumlah Halaman: 490 halaman
ISBN: 978-602-385-283-3

[Review Buku] The Good Son

[SPOILER ALERT!!]

Sinopsis:
Suatu pagi, Yu-jin terbangun karena bau darah dan menemukan dirinya berbaring di ranjangnya sendiri dalam keadaan berlumuran darah. Tetapi itu bukan darahnya. Ia berusaha mengingat apa yang terjadi pada dirinya. Namun ia sama sekali tidak bisa mengembalikan memorinya yang semalam. Ia pun keluar dari kamarnya dan turun ke lantai bawah.

Yu-jin menemukan ibunya tergeletak tak bernyawa dengan leher tergorok di dapur. Genangan darah memenuhi ruangan. Ia juga menemukan bekas darah di tangga apartemen dupleks mereka. Bercak-bercak darah juga ia temukan di kamarnya sendiri.

Yu-jin mencoba menggali ingatannya. Tapi belum berhasil. Sebagai penderita epilepsi, ingatannya sering bermasalah. Yu-jin harus selalu makan obat yang diberikan oleh bibinya yang merupakan psikiater. Namun ia ingin lepas dari pengaruh obat. Ia ingin merasakan kebebasan. Ia tahu jika tidak makan obat, ia bisa menderita serangan sakit kepala yang hebat, lalu ia akan kejang-kejang. Itu pasi akan memalukan baginya yang sudah berumur 26 tahun.

Yu-jin mengingat semalam sebelum ia pulang, ia minum-minum. Lalu saat ia mau masuk ke rumahnya, ibunya sudah menunggu dan mengajukan banyak pertanyaan. Ibunya memang begitu, tidak mengizinkan Yu-jin pulang lewat dari jam 9 malam. Yu-jin tidak diperbolehkan minum-minum dan ia harus disiplin meminum obatnya. Yu-jin sering merasa terkekang.

Tetapi, sekarang ibunya tewas. Samar-samar Yu-jin ingat ibunya memanggil namanya. Apakah itu karena ibunya memarahinya semalam? Apakah ada perampok yang masuk ke rumah mereka? Ia mencari tahu. Dan saat itu ia mendapat kabar bahwa di dermaga dekat apartemennya, ditemukan mayat seorang wanita muda dengan luka menganga di leher.

Komentar:
Dalam novel ini ada dua tokoh utama. Yang pertama adalah Yu-jin. Ibunya mengatakan bahwa ia menderita epilepsi. Ia dibawa ibunya ke psikiater untuk berobat. Psikiaternya, Kim Hye Won adalah bibinya sendiri. Yu-jin selalu berusaha mengikuti perkataan ibunya. Ia sebenarnya ingin menjadi atlit renang. Saat ia masih di sekolah dasar, ia pernah memenangkan medali. Namun, suatu ketika saat ia tidak meminum obat tanpa sepengetahuan ibunya, ia merasakan sakit. Yu-jin pun ketahuan. Ia akhirnya berhenti berenang dan harus menjadi siswa biasa, ke sekolah dan belajar, pergi ke mana-mana diantar oleh ibunya. Oh, ya mungkin karena itu judul bukunya The Good Son.

Bibi Yu-jin yang juga menjadi psikiaternya adalah orang yang dianggapnya kepo. Yu-jin tidak suka ibunya selalu menuruti perkataan bibinya. Ia menganggap bibinya terlalu ikut campur dengan kehidupannya. Karena itulah ia tidak suka dengan sang bibi.

Tokoh kedua adalah ibu Yu-Jin. Penulis menggambarkan tokoh ibu Yu-jin dari diary yang dibaca Yu-jin setelah ibunya meninggal. Ibu Yu-jin membesarkan Yu-jin sendirian setelah suami dan kakaknya Yu-jin meninggal dalam kecelakaan. Waktu itu umur Yu-jin masih 10 tahun dan kakaknya 11 tahun. Mereka sedang berlibur dan menginap di penginapan dekat laut. Kakak Yu-jin jatuh ke laut dan ayah mereka berusaha menyelamatkannya. Tapi karena air pasang, mereka berdua tewas.

Yu-jin mempunyai seorang saudara tiri bernama Hae Jin. Ia adalah anak seorang kakek yang pernah ditabrak oleh ibu Yu-jin. Sejak kecelakaan, kakek Hae Jin tidak bisa bekerja lagi untuk membiayai sekolahnya. Setelah sang kakek meninggal, ibu Yu-jin mengadopsi Hae Jin. Hae Jin ini juga teman sekolah Yu-jin saat mereka masih SMP. Yu-jin jarang bisa akrab dengan orang-orang tetapi ia bisa akrab dengan Hae Jin. Karena itu mereka menjadi saudara tiri yang akur.

Cerita di novel ini sangat kelam. Novel ini mengisahkan tentang psikopat dengan level kelainan dalam otak yang terparah. Ia disebut juga pemangsa atau predator. Dari awal buku, latar digambarkan berdarah-darah. Lalu cara pembunuhan juga dijelaskan secara detail. Beneran sadis. Karena pembunuhnya adalah psikopat, ia tidak merasa bersalah sama sekali. Ia malah menyembunyikan mayat orang yang dibunuhnya. Lalu untuk menutupinya, ia tak segan melakukan segala cara.

Tidak seperti novel thriller yang lain yang pernah saya baca, di novel ini pembunuhnya sudah ketahuan di beberapa bab awal. Pembaca diajak menyelami cara berpikir si psikopat. Kenapa ia bisa seperti itu? Kenapa kok tega benar membunuh? Sebenarnya apa sih yang ada di otaknya si psikopat?

Si psikopat tidak merasa dirinya salah. Ia merasa orang lainlah yang salah. Ia merasa hidupnya jadi seperti ‘itu’ karena orang lain memperlakukannya seperti ‘itu’, maksudnya ia tidak suka dengan perlakuan orang lain terhadapnya.

Saya pikir, buku ini termasuk dalam genre iyamishu, sebuah sub genre thriller yang setelah kita baca bukunya kita bakalan merasa jijik, mual, bilang uughh!, kesal, tapi penasaran sampe rasanya pengen langsung menyelesaikan bacaan.

Dan… menurut saya buku ini keren banget!

Rating:
9/10

Quotes Favorit:
Memiliki harapan tidak akan meredakan keputusasaan yang dirasakan. Tidak ada yang pasti di dunia ini. Karena manusia adalah makhluk yang sangat rumit. ~hlm.71.

Di dunia ini, jika kau mendesak, kau juga akan didesak. Jadi jawaban yang benar adalah tidak mendesak dan tidak didesak. ~hlm.129.

Manusia, baik anak kecil maupun orang dewasa, membutuhkan tempat untuk dituju dan sesuatu untuk dilakukan. ~hlm. 187.

Seseorang pernah berkata bahwa manusia menghabiskan sepertiga hidup mereka dengan bermimpi. Selama bermimpi, mereka menjalani hidup yang sama sekali berbeda dengan hidup yang mereka jalani dalam kehidupan nyata. Dalam mimpi, semua keinginan yang konyol, penuh kekerasan, dan kotor pun terwujud. ~hlm.287.

Jika menerima sesuatu, kita harus memberikan sesuatu. ~hlm.291.

Jika kita sudah melewati batas yang terlarang, kita tidak akan bisa kembali lagi. Tidak ada lagi yang bisa kita lakukan selain terus melangkah maju. ~hlm.308.

Bahkan orang yang bermoral dan berhati baik sekalipun tanpa sadar menyimpan khayalan tentang perbuatan-perbuatan yang terlarang, keinginan-keinginan kejam, dan khayalan-khayalan tentang kekerasan yang mendasar. Yang membedakan orang jahat dengan orang-orang lain pada umumnya adalah apakah mereka akan bertindak menuruti keinginan gelap itu atau tidak. ~Freud. Hlm.403.

Seorang penulis tidak boleh berkompromi dengan rasa takut karena menulis dengan namanya sendiri. ~hlm.405.

Informasi Buku:
Judul Buku: The Good Son (Anak Teladan)
Pengarang: Jeong You-Jeong
Genre: Thriller, Iyamishu, Mystery
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2019
Jumlah Halaman: 408 halaman

[Review Buku] Central Park

Sinopsis:
Alice Scafer adalah seorang kapten divisi kriminal kepolisian Paris. Suatu malam ia menghabiskan waktu dengan teman-temannya di Paris untuk minum-minum. Namun kemudian… suatu pagi ia terbangun di Central Park, New York. Tangannya terborgol dengan tangan seorang laki-laki. Ia mengaku bernama Gabriel Keyne, seorang pianis jazz yang tinggal di Los Angeles. Gabriel mengaku bahwa ia sebelumnya bermain musik dengan musisi lainnya di Dublin.

Kedua orang tersebut tidak mengetahui apa yang menyebabkan mereka terborgol satu sama lain di kota yang berbeda dari asal mereka. Mereka berdua mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Alice yang merupakan detektif menggunakan kepandaiannya dalam menganalisis. Ia tidak memiliki apapun, begitu pula dengan Gabriel. Jadi mereka menggunakan apa saja yang ada untuk mengungkapkan apa sebenarnya yang terjadi. Mereka dituntun kepada peristiwa pembunuhan dua tahun yang lalu.

Dua tahun yang lalu ada beberapa kasus pembunuhan di Paris. Divisi tempat Alice bekerja diminta untuk menyelesaikan kasus tersebut. Korban pembunuhan adalah wanita-wanita single atau wanita bercerai yang tinggal sendirian. Saat itu Alice menduga bahwa para korban adalah korban pembunuhan berantai.

Alice mengingat kejadian dua tahun lalu. Ia menduga bahwa terdamparnya ia dan Gabriel di Central Park berkaitan dengan kasus pembunuhan berantai dua tahun lalu. Petualangan dimulai. Banyak hal-hal tak terduga yang muncul saat Alice menyelidiki kasus yang dialaminya di New York.

Komentar:
Novel ini keren banget!! Sumpah dari awal hingga akhir isinya plot twist. Benar-benar nggak terduga. Awalnya aku menyangka si A orang jahat. Motifnya adalah X. Setelah baca-baca, ternyata salah. Aku menduga lagi pasti kejadiannya begini-begitu. Eh, salah lagi. Sampai akhir baru tahu ternyata ada hal besar lainnya yang menunggu.

Alur cerita di buku ini maju mundur. Trus sudut pandangnya juga berubah-ubah. Tapi bacanya tetap seru dan nggak bakal bikin bingung. Yang bikin bingung sebenarnya adalah penjelasan tentang kota-kota yang dikunjungi Alice. Beneran nggak nyambung karena nggak pernah tahu sama sekali. Misalnya, ada cerita tentang sebuah kota di Paris. Jalannya begini begitu, ada gedung ini dan gedung itu. Di New York, kota bagian anu jalannya begini begitu, gedungnya begini begitu, ada orang ini orang itu. Sungguh saya pusing karena sama sekali nggak dapet bayangannya.

Walaupun demikian ceritanya seru. Pembaca diajak seolah-olah mengalami apa yang dirasakan oleh tokoh cerita. Oh ya, pas baca buku ini aku juga nonton drakor berjudul Love is Annoying But I Hate Being Lonely. Ada bagian yang mirip dengan buku ini. Ada psikiater yang menyembuhkan pasien dengan metode psikoanalisis, yaitu dengan bermain peran. Jadi tambah pengetahuan setelah baca buku ini.

Quotes Favorit:
Ada saat-saat langka ketika pintu terbuka dan hidup menawarkan sebuah pertemuan yang tidak pernah lagi kau tunggu-tunggu. Pertemuan dengan seseorang yang melengkapimu, yang menerimamu apa adanya, sebagai pribadi secara keseluruhan, yang mengetahui dan menerima kontradiksimu, ketakutanmu, dendammu, amarahmu, hal-hal gelap yang mengalir dalam pikiranmu. Dan, yang menenangkan semuanya. Seseorang yang memberimu cermin dan kau tidak takut lagi melihat dirimu sendiri. ~hlm.83.

Monster itu nyata, hantu juga…. Mereka tinggal dalam diri kita, dan terkadang mereka menang. ~Stephen King. Hlm.160

Ada cobaan berat yang tidak pernah benar-benar bisa kita lupakan, tapi kita berhasil bertahan melewatinya, terlepas dari semuanya. ~hlm.244

Rating:
9/10

Informasi Buku:
Judul Buku: Central Park
Pengarang: Guillaume Musso
Penerbit: Penerbit Spring
Genre: thriller, mystery
Tahun Terbit: 2019
Jumlah Halaman: 328 halaman
ISBN: 978-602-6682-39-0

[Review Film Serial] Men are Men

image source: asianwiki.com

Men are Men ini ceritanya tentang CLBK (Cinta Lama Belum Kelar). Aku nonton ini karena baca blognya mba Jiah. Kayaknya bagus, jadi nonton. Ternyata fimnya memang lucu.

Seo Hyun Jo adalah seorang wanita mandiri. Ia bekerja sebagai Ketua Tim Perencanaan Webtoon. Di usianya yang sudah matang, ia masih melajang. Hyun Jo tidak ingin menikah. Penyebabnya adalah saat ia masih kecil ia mengalami kecelakaan. Setelah itu ia bermimpi tentang masa lalunya. Di tiga kehidupan sebelumnya, ia selalu ditinggal pergi oleh suaminya. Karena itulah ia memutuskan untuk tidak menikah saja. Ia tidak ingin sakit hati lagi.

Suatu ketika, Bos perusahaan tempat Hyun Jo bekerja mengatakan bahwa ia menerima laporan jelek tentang Hyun Jo dari beberapa penulis Webtoon. Hyun Jo merasa ia difitnah. Ia dibantu adik angkatnya, Park Do Gyum, untuk mencari kebenaran. Namun, bosnya ngotot dan memecat Hyun Jo. Karena Hyun Jo dipecat, Do Gyum pun ikut keluar dari perusahaan tersebut.

Saat Hyun Jo kebingungan mencari pekerjaam, bos perusahaan farmasi Sun Woo menawarkan pekerjaan padanya. Pak Hwang Ji Woo mengatakan bahwa ia akan membuat anak perusahaan untuk penerbitan Webtoon. Ia mengajak Hyun Jo bekerja sama dengannya. Setelah membaca penawaran dari Pak Hwang, Hyun Jo merasa tertarik. Ia mengajak Do Gyum untuk bekerja di perusahaan Sun Woo.

Do Gyum, yang diam-diam menyukai Hyun Jo merasa aneh dengan tingkah Pak Hwang. Baginya, tawaran tersebut ada yang ganjil. Ia pun memutuskan untuk pindah ke rumah Pak Hwang untuk mencari tahu apakah ada maksud tersembunyi dari bos barunya itu.

Hyun Jo tidak mengenal Pak Hwang. Awalnya ia bertemu saat sedang berada di lift dan terjebak di sana bersama Pak Hwang. Jika ia sedang bersama dengan bosnya itu, ia mendapatkan mimpi tentang kehidupan masa lalunya. Setelah beberapa kejadian, akhirnya ia mengetahui bahwa Pak Hwang adalah suaminya di tiga kehidupannya yang lalu. Dari sini, mereka mencoba memperbaiki hubungan mereka yang buruk dari masa lalu.

Komentar:

Filmnya lucu. Yang menyebalkan adalah adanya si nyonya kaya yang ingin merusak hubungan antara tokoh utama. Film ini juga tipe-tipe film pasaran yang ada pihak ketiganya walaupun orang ketiga tidak mengganggu. Hanya ada nyonya kaya saja yang mengganggu. Nyonya kaya itu adalah orang yang menyukai pak Hwang di masa lalunya.

Film ini juga mengajak penonton berpikir tentang pernikahan. Apa iya pernikahan itu adalah bagian terakhir dari cinta? Apakah orang yang saling mencintai harus menikah? Lalu, setelah menikah bagaimana? Selesai? Punya anak dan cintanya pudar?

Aku suka filmnya karena membuka pikiran. Orang yang beneran sayang akan melakukan apapun untuk memperbaiki kesalahan. Ia nggak akan lari walaupun ada yang menghalangi. Ia akan berusaha keras untuk mendapatkan cintanya. Lalu, kebahagiaan itu ukurannya tidak selalu harus dengan punya pacar atau menikah atau punya anak. Hidup single pun bisa bahagia. Semua tergantung dengan pikiran. Kalau bahagia ya bahagia, nggak usah harus begini-begitu.

Rating: 8/10

Informasi Film:

Judul Film: Men are Men / To All The Guys Who Loved Me

Genre: Comedy, romance, fantasy

Jumlah Episode: 16

Rilis: Juli – September 2020

Stasiun TV: KBS2

Pemain:

Hwang Jung Eum sebagai Seo Hyun Jo

Yoon Hyun Min sebagai Hwang Ji Woo

Seo Ji Hoon sebagai Park Do Gyum

Choi Myoung Gil sebagai Kim Sun Hee

Jo Woo Ri sebagai Han Seo Yoon